DJABARPOS.COM, Tasikmalaya, – Jembatan gantung “Siliwangi 7” yang menghubungkan Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah dengan Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya merupakan hasil bersanding bahu antara TNI, dalam hal ini Kodim 0612/Tasikmalaya, Koramil 1225/Cipatujah dengan Vertical Rescue dan juga masyarakat Desa Nagrog dan Desa Bojongsari.

Hal ini disampaikan Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) III/Slw Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (23/6/2022). “Jembatan gantung ini diresmikan oleh Pangdam III/Slw melalui Video Conference di Mess Pemda Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 18 Juni 2022 lalu”, ungkapnya.

“Jembatan gantung ini memiliki panjang 100 meter dan lebar 1,2 meter, sementara bahan yang digunakan dalam pembuatan jembatan gantung tersebut adalah besi beton dan kayu,” tambahnya.

Upaya pemeliharaan jembatan gantung Siliwangi 7 yang menghubungkan Desa Nagrog dan Desa Bojongsari, masyarakat kedua desa tersebut bersepakat, bahwa dalam penggunaannya yang dapat melalui jembatan gantung maksimal tiga orang secara bergantian. Dan untuk pengguna sepeda motor maksimal satu kendaraan.

Lima hari setelah diresmikan oleh Pangdam III/Slw, dampak dari jembatan gantung sangat positif untuk aktifitas warga masyarakat sehari-hari. Khususnya di bidang pendidikan karena di Desa Nagrog belum terdapat SMA/SMU atau sederajat.

Seorang warga Desa Nagrog yang juga seorang guru Asep mengaku, jembatan gantung Siliwangi 7 sangat membantu anak sekolah. Pasalnya, apabila air sungai sedang pasang tidak akan kesusahan lagi untuk pergi ke sekolah.

“Sebelum ada jembatan gantung, banyak anak sekolah yang terlambat datang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nagrog saat dihubungi melalui telepon mengatakan, dengan terbangunnya jembatan gantung Siliwangi 7, masyarakat sangat terbantu dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. 

“Atas nama pribadi dan warga masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Pangdam III/Slw dan Dandim 0612/Tasikmalaya serta Vertical Rescue,” katanya.

“Saya mewakili warga Desa Nagrog, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Pangdam III/Slw, Bapak Dandim 0612/Tasikmalaya, dan Vertical Rescue serta semua pihak atas terbangunnya Jembatan gantung ini. 5 hari sejak diresmikan jembatan gantung ini sudah bisa kami rasakan manfaatnya. Anak-anak sekolah tidak lagi datang terlambat, begitu juga roda perekonomian masyarakat semakin lancar,” ungkapnya.(Dadan)