Kemensos dan kitabisa.com Bantu Rafael Lanjutkan Pengobatan

DJABARPOS.COM, Tabanan – Terlahir tanpa lubang anus, bayi mungil berusia sebelas bulan yang bernama Rafael Tunti Agung, asal Kampung Bere, Desa Bangka Ajang, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya mendapat bantuan dari donasi yang berhasil dihimpun oleh Kementerian Sosial bekerja sama dengan Kitabisa.com sebesar Rp. 55.325.071.

Bantuan diserahkan secara simbolis kepada orang tua Rafael, Melkior Tunti melalui Sentra Mahatmiya Bali dan disaksikan oleh Gusti Ayu Laksmi dari Kitabisa.com. Setiap bulan bantuan tersebut akan di transfer sebesar Rp 3 juta ke rekening penerima untuk digunakan biaya penunjang pengobatan dan kebutuhan selama perawatan.

Rafael Agung Tunti merupakan anak ke 6 dari 6 bersaudara dari pasangan suami istri Melkior Tunti (48) dan Wihelmina Nial (36). Sejak lahir, Rafael tanpa lubang anus. Dari 9 Februari 2022 hingga saat ini, Rafael bersama ayah dan ibunya berada di Sentra Mahatmiya Bali, UPT milik Kementerian Sosial dan menjalani perawatan di rumah sakit Sanglah Denpasar didampingi oleh pekerja sosial dan perawat.

Tindakan operasi pembuatan lubang anus oleh Dokter Spesialis Bedah Anak di RSUP Sanglah sudah dilakukan pada 18 April 2022. Saat ini Rafael sedang menjalani observasi dan kontrol secara berkala ke Poliklinik Bedah Anak untuk memantau luka operasi dan melatih anus agar bisa berfungsi dengan baik. Observasi dan latihan akan dilakukan kurang lebih selama 6 bulan.

Berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit, jika dalam waktu kurang lebih 6 bulan anus sudah siap dipakai, maka akan dilakukan operasi selanjutnya yaitu penyambungan kembali usus yang digunakan sebagai pembuangan di perut. Sehingga kotoran/feses akan dibuang melalui anus.

Sri Wibowo berharap biaya yang dikeluarkan dapat meringankan beban kedua orang tuanya.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban Pak Melkior dan Bu Nial untuk kebutuhan selama perawatan”, ujar Wibowo.

Sentra Mahatmiya Bali akan terus melakukan pendampingan hingga Rafael sembuh, katanya.

“Kami akan selalu mendampingi Rafael selama perawatan ke rumah sakit, akomodasi dan pendamping akan selalu siap saat dibutuhkan,” pungkasnya.(Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *