“Masjid Al Aqsa merupakan suatu kehormatan dan keagungan“
DJABARPOS.COM, Bandung – Anggota Dewan Tertinggi Urusan Islam Mesir, Syekh Khalid Al Jundi menyampaikan penjelasan soal rahasia yang terdapat di Masjid Al Aqsa. Ini adalah rahasia Allah SWT yang Dia berikan hanya kepada orang pilihan-Nya.
“Bagi umat Islam, Masjid Al Aqsa adalah hilangnya kesedihan, berakhirnya kesulitan, dan tanda keleluasaan, dukungan dan pemberian dari Allah SWT,” kata dia seperti dilansir Masrawy, Senin (30/10/2023).
Dia menjelaskan, Masjid Al Aqsa merupakan suatu kehormatan dan keagungan. Bentuknya bagi umat Islam adalah perjalanan Isra Miraj yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.
“Allah SWT mengirim rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW, ke Masjid Al Aqsa untuk sebuah rahasia yang Dia percayakan kepada Nabi SAW di sana (Masjid Al Aqsa). Juga karena anugerah yang Dia berikan kepada Nabi SAW dan keberkahan yang Dia limpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, bukan kepada orang lain,” paparnya.
Syekh Khalid Al Jundi juga menekankan, Masjid Al Aqsa adalah pintu langit, kiblat para nabi, destinasi tujuan orang-orang shaleh, dan tempat yang penuh kebaikan dan keberkahan,” ujarnya.
Kemudian Syekh Khalid Al Jundi sebuah ayat dalam Alquran yang menurutnya mengandung arti dan petunjuk. Ayat ini menyebut secara lugas Masjid Al Aqsa di awal surat.
Allah SWT berfirman, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekeliling agar Kami perlihatkan ke arahnya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS.Al Isra ayat 1)
“Kalimat ‘Kami berkahi disekitarnya’ itu memiliki banyak makna,” kata Syekh Khalid Al Jundi.
Dalam Tafsir Kementerian Agama RI, Allah menyebutkan bahwa Masjidi Al Aqsa yang berada di Palestina, telah dikelilingi dengan tanahnya yang subur yang menghasilkan aneka tanaman dan buah-buahan, sehingga menjadi daerah yang makmur.
Di sisi lain, masjid tersebut termasuk di antara masjid yang menjadi tempat peribadatan para nabi dan tempat tinggal mereka. Sesudah itu, Allah menyebutkan alasan mengapa Nabi Muhammad saw diperjalankan pada malam hari, yaitu untuk menampilkan kepada Nabi tanda-tanda kebesaran-Nya.
Tanda-tanda itu disaksikan oleh Muhammad saw dalam perjalanannya dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa, berupa pengalaman-pengalaman yang berharga, ketabahan hati dalam menghadapi berbagai macam cobaan, dan betapa luasnya jagat raya serta langkah Agungnya Allah Maha Pencipta .
Pengalaman-pengalaman baru yang disaksikan Nabi Muhammad sangat berguna untuk memantapkan hati beliau menghadapi berbagai macam rintangan dari kaumnya, dan meyakini kebenaran wahyu Allah, baik yang telah diterima maupun yang akan diterimanya.
4 Nabi yang Terlibat dalam Proses Pembangunan Masjid Al Aqsa
Masjid Al Aqsa merupakan salah satu situs paling bersejarah dalam perkembangan Islam.
Seiring berjalannya waktu, Masjid Al Aqsa sudah melewati berbagai renovasi dan mempunyai keistimewaannya tersendiri.
Namun, siapa saja nabi yang terlibat dalam proses pembangunan Masjid Al Aqsa? Berikut penjelasannya.
Nabi Adam a.s.
Merujuk dari berbagai sumber, jumhur ulama menyebutkan bahwa Nabi Adam as yang pertama kali membangun Masjid Al Aqsa atas wahyu yang diperintahkan oleh Allah Swt.
Namun, tidak diketahui secara pasti seperti apa bentuk bangunannya.
Nabi Ibrahim a.s.
Selanjutnya, Nabi Ibrahim a.s. diperintahkan oleh Allah Swt. untuk melakukan renovasi Masjid Al Aqsa serta meninggikannya.
Setelah memindahkan istri dan bayinya, yaitu Siti Hajar dan Ismail a.s., dari Palestina, Nabi Ibrahim juga mendirikan Ka’bah di Bakkah atau Makkah.
Oleh Karena itu, sosok yang dijuluki sebagai bapak para nabi ini adalah yang pertama melakukan renovasi terhadap dua masjid suci sekaligus.
Nabi Yaqub a.s.
Menurut Ibnul Qayyim Al Jauzy, Masjid Al Aqsa direnovasi kembali di atas pondasinya oleh cucu Nabi Ibrahim a.s., yakni Nabi Yaqub a.s.
Selain itu dilakukan juga perbaikan terhadap Masjid Al Aqsa pada masa Nabi Yaqub a.s.
Nabi Sulaiman a.s.
Nabi Sulaiman a.s. juga merenovasi Masjid Al Aqsa menjadi lebih kokoh, besar, kuat, dan indah.
Pada masa-masa selanjutnya, kaum Yahudi mengklaim bahwa Nani Sulaiman mendirikan haikal atau candi bagi bangsa Yahudi.
Masjid Al Aqsa yang didirikan dengan kokoh pada masa Nabi Sulaiman sekitar 950 SM hancur saat bangsa Babilonia menyerang.(**)


