DJABARPOS.COM, Bandung Barat – Menindaklanjuti kejadian longsor di Jalan Sersan Bajuri, Kecamatan Parongpong, yang terjadi pada Sabtu malam pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus melakukan berbagai upaya preventif sebelum dilakukan perbaikan lebih lanjut oleh dinas terkait.
“Sebagai langkah awal serta upaya preventif, kami telah menutupi lokasi longsoran dengan terpal agar tidak terjadi longsor lanjutan yang lebih luas akibat tanah yang tergerus air hujan,” ujar Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif di Cililin, Senin (8/1).
Selain itu, Arsan menegaskan bahwa kendaraan besar seperti bus dan truk yang akan menuju Parongpong dan Lembang dengan terpaksa dilarang melintas ruas jalan tersebut, karena dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kondisi longsoran yang semakin parah.
Menurutnya, pembatasan tersebut sudah diatur sejak lama dengan memasang rambu peringatan agar bus dan truk besar tidak melintas di Jl. Sersan Bajuri. Pasalnya, selain kondisi tanah yang dikhawatirkan labil, lebar jalan yang tersedia juga terhitung sempit untuk dilalui kendaraan besar.
“Saya menghimbau kendaraan besar agar tidak melintas dijalan ini, baik dari arah Parongpong maupun sebaliknya. Diharapkan menggunakan ruas jalan lain yang lebih layak dan lebar. Dan masih ada alternatif jalur lainnya,” tandasnya.
Menyinggung rencana perbaikan dan pembangunan titik longsor, Arsan menyebutkan bahwa pihaknya tengah menyusun rencana anggaran dan desain akhirnya yang disesuaikan dengan anggaran daerah.
“DED-nya akan segera kami susun dan dianggarkan lebih lanjut pada dinas terkait, serta akan saya segera tandatangani secepatnya agar dapat segera diproses lebih lanjut,” kata Arsan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga akan segera melakukan rapat koordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung terkait pemasangan rambu pembatasan kelas jalan agar dapat dipasang dipertigaan Ledeng, sehingga para kru kendaraan besar dapat lebih patuh dan waspada untuk tidak melintas di Jl. Sersan Bajuri, pungkasnya.(Deni HM)


