DJABARPOS.COM, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya menyusul ancaman penumpukan hingga 200 ton sampah per hari yang diperkirakan terjadi pada 2026. Hal itu disampaikan saat mengapresiasi berbagai inisiatif pengelolaan sampah berbasis warga di Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar.
Menurut Farhan, sejumlah program kewilayahan seperti Rumah Maggot RW 05, Bank Sampah Berseri, dan Buruan Sae Sri Rezeki menjadi contoh konkret peran aktif masyarakat dalam menekan persoalan sampah Kota Bandung.
“Kalau hari ini lingkungan terasa lebih nyaman karena tidak ada tumpukan sampah, itu hasil kerja bersama. Namun ke depan, potensi penumpukan bisa mencapai 200 ton hanya dalam satu hari. Ini tidak boleh kita anggap sepele,” ujar Farhan di Kantor Kelurahan Nyengseret, Senin (29/12/2025).
Ia mengingatkan, persoalan sampah berpotensi kembali memburuk apabila tidak ditangani secara konsisten. Saat ini, kapasitas pengolahan sampah Kota Bandung masih belum sepenuhnya mampu menampung volume harian yang dihasilkan warga.
“Kapasitas pengolahan kita sekitar 500 ton per hari, tetapi yang baru tertangani sekitar 300 ton. Artinya, masih ada selisih yang harus kita kelola bersama-sama,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bandung meluncurkan program petugas pemilah sampah di setiap RW, yang diterapkan di Kelurahan Nyengseret sebagai bagian dari kegiatan Siskamling Siaga Bencana.
“Kita tugaskan satu petugas pemilah di setiap RW. Fokusnya mengedukasi warga sekaligus mengumpulkan sampah organik,” kata Farhan.
Setiap RW ditargetkan mampu memilah dan mengumpulkan minimal 25 kilogram sampah organik per hari. Sampah tersebut selanjutnya ditampung dan diolah di lokasi yang telah ditentukan secara kewilayahan.
“Target kita jelas, tidak boleh ada penumpukan. Selama masih ada tumpukan sampah, berarti kita masih punya masalah,” tegasnya.
Farhan menegaskan, edukasi yang jelas dan berkelanjutan menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah. Dengan pemahaman yang baik, warga diharapkan mampu mengelola sampah sejak dari rumah.
“Kalau warga paham, sampah bisa dikelola dari rumah masing-masing. Dampaknya, Kota Bandung akan jauh lebih bersih dan nyaman,” pungkasnya. (Ade Suhendi/ErHas)

