DJABARPOS.COM, Bandung Barat — Bencana longsor terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari. Peristiwa ini kembali menyoroti alih fungsi lahan di kawasan perbukitan yang dinilai meningkatkan kerawanan bencana.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), longsor terjadi pada Sabtu dini hari, saat kondisi tanah dalam keadaan jenuh air. Material tanah dari lereng perbukitan bergerak dan menimpa permukiman warga di Desa Pasirlangu, menyebabkan rumah warga terdampak serta akses lingkungan tertutup material longsoran.
Kronologi kejadian, menurut laporan awal BPBD, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai mengguyur wilayah Cisarua sejak Jumat sore. Pada Sabtu sekitar pukul 02.00–03.00 WIB, warga mendengar suara gemuruh sebelum tanah dari lereng turun secara tiba-tiba dan menimbun sebagian permukiman.
Tim BPBD Kabupaten Bandung Barat, dibantu TNI, Polri, relawan, dan warga setempat, segera melakukan penanganan darurat berupa evakuasi warga, pendataan dampak, serta asesmen potensi longsor susulan. Sejumlah warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman mengingat kondisi tanah masih labil dan cuaca belum sepenuhnya membaik.
Seiring penanganan di lapangan, perhatian publik tertuju pada kondisi lingkungan di kawasan hulu. Berkurangnya tutupan hutan akibat alih fungsi lahan menjadi area pertanian dan garapan dinilai melemahkan daya ikat tanah serta mengurangi fungsi resapan air.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam berbagai pernyataannya di media sebelumnya telah menegaskan bahwa alih fungsi lahan yang tidak terkendali merupakan ancaman serius dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Ia menekankan pentingnya menjaga kawasan hutan dan daerah resapan air, khususnya di wilayah perbukitan dan hulu sungai.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan pendataan dampak masih terus dilakukan. BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. (Agus Ridwan / Nino)

