DJABARPOS.COM, Kota Bandung – Peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 seharusnya menjadi momentum bagi para pekerja untuk menyampaikan aspirasi secara damai demi kesejahteraan bersama. Namun, aksi tersebut dinilai ternoda akibat ulah segelintir oknum yang melakukan tindakan anarkis dan perusakan fasilitas umum di Kota Bandung.
Hal tersebut disampaikan Camat Andir, Jon Heri, AP., M.M., pada Sabtu, (9/5/2026). Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap aksi kerusuhan yang terjadi pada 1 Mei 2026 lalu dan menilai tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat serta mencoreng semangat demokrasi dalam penyampaian aspirasi.
“Saya selaku Camat Andir Kota Bandung sangat menyayangkan dan mengecam tindakan yang dilakukan oleh para perusuh dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang telah melakukan pengrusakan baik properti pribadi maupun fasilitas umum,” ujar Jon Heri.
Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak demokrasi yang harus dihormati. Namun tindakan kekerasan dan vandalisme tidak dapat dibenarkan karena dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Kerusuhan
Jon Heri juga menyampaikan dukungan penuh kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas pelaku kerusuhan dan memberikan tindakan hukum sesuai aturan yang berlaku.
“Kami sangat mendukung tindakan yang dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengusut tuntas dan melakukan tindakan hukum kepada para pelaku kerusuhan,” katanya.
Selain itu, pihak Kecamatan Andir mengajak seluruh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
Masyarakat juga diminta menjaga lingkungan dari kemungkinan penyusupan kelompok yang ingin menciptakan kekacauan dan keresahan di tengah masyarakat.
“Mari kita jaga Kota Bandung dengan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga. Warga jaga warga, warga jaga kota,” tegas Jon Heri.
Pemerintah Kecamatan Andir berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bandung tetap kondusif pasca peringatan May Day 2026. (Arsy)

