DJABARPOS.COM, Tanah Datar – Kerusakan jaringan irigasi akibat banjir dan longsor di Kabupaten Tanah Datar mulai menjadi perhatian serius. Kondisi itu muncul di tengah dimulainya musim tanam di sejumlah wilayah pertanian Sumatera Barat.
Kementerian Pekerjaan Umum menilai pemulihan saluran air harus segera dilakukan agar aktivitas pertanian warga tidak terganggu lebih lama.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan irigasi menjadi prioritas utama pascabencana yang menerjang Tanah Datar beberapa hari lalu.
“Irigasi dan jalan yang rusak akibat bencana kemarin penanganannya kini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat, sesuai Instruksi Presiden. Terutama karena saat ini sudah memasuki musim tanam, perbaikan irigasi harus diprioritaskan,” ujar Dody saat berada di Sungai Batang Tampo, Kamis (21/5/2026).
Hujan ekstrem dengan curah mencapai 215 mm per hari sebelumnya memicu meluapnya sejumlah sungai di DAS Indragiri. Sungai Batang Tampo, Batang Piubuh, Batang Buo, hingga Batang Selo tercatat terdampak cukup parah.
Sedimentasi dan penyempitan sungai membuat debit air cepat naik dan menggenangi sejumlah kawasan.
Dampak bencana meluas ke tujuh kecamatan, di antaranya Lintau Buo, Sungai Tarab, hingga Tanjung Baru. Selain jalan dan jembatan, kerusakan juga mengenai dam parit, pompa air, rumah ibadah, dan permukiman warga.
Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang kini memusatkan penanganan pada normalisasi sungai dan penguatan tebing yang terkikis arus deras. Tiga alat berat excavator diterjunkan ke lokasi bersama material bronjong dan pipa HDPE.
Kementerian PU juga mulai melakukan pendataan kerusakan untuk penanganan jangka menengah dan panjang, termasuk pengendalian sedimentasi serta peningkatan kapasitas sungai agar kawasan terdampak lebih siap menghadapi banjir berikutnya. (Arsy)

