DJABARPOS.COM, Ngamprah – Bencana angin kencang melanda pemukiman rumah warga di Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu 15 Juni 2024 sore. Akibatnya, sejumlah atap rumah porak-poranda disapu angin serta pohon bertumbangan.
Bencana angin kencang terjadi sekitar pukul 16:00 WIB berbarengan dengan hujan deras. Saat ini perangkat desa serta petugas BPBD masih melakukan assessment dampak kejadian tersebut. Data sementara ada 18 rumah rusak akibat disapu angin kencang.
“Betul kita sudah dapat informasi dari beberapa Ketua RT dan RW di beberapa lokasi memang ada yang terdampak akibat hujan dan angin kencang tadi sore. Rata-rata rumah atapnya rusak dan menyebar di beberapa lokasi,” kata Pj Kepala Desa Campakamekar, Acep Arifin.
Menurutnya, pihaknya masih melakukan pendataan rumah rusak akibat disapu angin kencang. Sebab sampai saat ini, belum semua pengurus RW menyerahkan data dampak hujan angin. Meski begitu, pihaknya memastikan bencana itu tak mengakibatkan korban luka atau meninggal dunia.
“Masih dalam rekapitulasi sedang diinventarisir. Laporan awal ada 18 rumah rusak. Jadi hanya kerugian materil saja, tapi jumlahnya masih kita data. Yang pasti tidak ada korban jiwa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dusun 1 Desa Campakamekar, Mada menjelaskan dari informasi awal, rumah warga yang rusak diterjang hujan angin itu berada di RW 09, 12, 14, serta RW 17. Kerusakan rumah warga itu rata-rata pada bagian atapnya
“Rusaknya itu seperti genting berserakan terbawa angin, terus ada yang atapnya jadi terbuka karena susunannya rusak, kemudian ada rumah yang tertimpa pohon,” kata Mada.
Pihaknya belum bisa memastikan jumlah rumah rusak akibat peristiwa tersebut. Sebab sampai saat ini, belum semua pengurus RW menyerahkan data dampak hujan angin.
“Kalau jumlah pastinya saya belum tahu berapa, karena masih ada RW yang belum setor data dampak kerusakan. Sekarang ini kami dapat informasi katanya ada kerusakan juga di RW 03 dan RW 20,” kata Mada.
Mada mengatakan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Saat ini mayoritas warga sedang membersihkan rumah mereka yang rusak diterjang hujan angin.
“Ada yang sedang beres-beres apalagi yang rumahnya rusak ringan, ada yang menebang pohon juga. Kalau korban tidak ada alhamdulillah,” ujar Mada.(Nino/Asep Kusnadi)

