Gelar Tak Menyelamatkan Etika : Dosen UIM Tersingkir Usai Ludahi Kasir

DJABARPOS.COM, Makassar – Jabatan akademik akhirnya runtuh di hadapan kamera CCTV. Universitas Islam Makassar (UIM) menyingkirkan seorang dosen dari lingkungan kampus setelah aksinya meludahi kasir swalayan menuai kemarahan publik.

Peristiwa itu bukan terjadi di ruang debat ilmiah, melainkan di antrean minimarket. Sebuah teguran sederhana dibalas dengan tindakan yang oleh kampus dinilai melanggar batas etika dan nilai kemanusiaan.

UIM tak berlama-lama. Pemeriksaan internal dilakukan, dan hasilnya satu: pelanggaran berat. Rektor UIM menegaskan bahwa institusi pendidikan tidak boleh menjadi tempat berlindung bagi perilaku yang merendahkan orang lain.

Pemecatan pun dijatuhkan. Amal Said, dosen ASN yang diperbantukan di UIM, dikembalikan ke LLDikti Wilayah IX. Artinya, persoalan ini tidak berhenti di kampus, tetapi berlanjut ke ranah disiplin aparatur negara.

Langkah tegas UIM menuai sorotan. Di tengah maraknya kasus penyalahgunaan kuasa simbolik, keputusan ini menjadi pesan bahwa status intelektual bukan tameng untuk bertindak semena-mena.

Kampus juga menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada korban dan publik. Sebuah penegasan bahwa pendidikan seharusnya memuliakan manusia, bukan melukai martabatnya. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *