ICT Institute: Rekam Wajah pada Registrasi Kartu SIM Tingkatkan Keamanan Data Pengguna






DJABARPOS.COM, Jakarta – Penerapan teknologi rekam wajah (face recognition) dalam registrasi pelanggan seluler dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keamanan data pribadi masyarakat. Rencana Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) ini dinilai tepat oleh Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, karena mampu mencegah penyalahgunaan identitas serta mengurangi risiko kejahatan digital.

“Yang paling diuntungkan adalah masyarakat. Selama ini kita tidak tahu apakah data pribadi digunakan oleh pihak lain,” kata Heru, Jumat (28/11/2025).

Verifikasi Lebih Aman dan Tidak Bisa Dipalsukan

Heru menjelaskan bahwa teknologi biometrik memastikan hanya pemilik sah yang dapat melakukan registrasi dan mengakses data seluler. Rekam wajah membuat identitas digital lebih terlindungi dan meminimalkan peluang pencurian data.

“Kita tidak tahu apakah data kita bocor atau digunakan orang lain. Dengan biometrik, hal itu tidak mungkin terjadi,” ujarnya.

Heru menilai masyarakat juga sudah terbiasa memakai teknologi serupa, seperti pada layanan Kereta Api Indonesia, aplikasi perbankan digital, hingga e-wallet.

Registrasi Simpel: KTP, KK, dan Pemindaian Wajah

Proses registrasi dinilai mudah. Pengguna cukup menyiapkan KTP, Kartu Keluarga, dan memindai wajah. Selama data cocok dengan NIK, sistem langsung memberikan konfirmasi.
“Kami sudah uji coba di salah satu gerai operator. Prosesnya cepat dan mudah,” jelas Heru.

Dukungan Regulasi UU PDP dan Pengelolaan Data Ketat

Kebijakan ini akan berjalan berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Heru menegaskan perlunya uji coba bertahap, audit keamanan, serta penentuan lokasi penyimpanan data wajah yang jelas.
“Data biometrik adalah data sensitif. Pengelolaannya harus dilakukan secara khusus dan transparan,” tegasnya.

Heru juga menyarankan agar data wajah tidak disimpan setelah verifikasi selesai untuk menghindari risiko penyalahgunaan.

Pemerintah Diminta Intensif Edukasi Publik

Heru berharap pemerintah memberikan edukasi menyeluruh agar masyarakat memahami manfaat kebijakan ini dan tidak menganggapnya sebagai beban.
“Sosialisasi penting agar tidak ada kebingungan di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa implementasi perlu disiapkan matang, terutama ketika masyarakat mulai mendaftar dalam jumlah besar.

Heru menutup dengan menegaskan bahwa teknologi biometrik akan memberikan nilai tambah besar bagi perlindungan data, selama diterapkan sesuai aturan dan diawasi secara ketat. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *