DJABARPOS.COM, Garut – Mantan Bupati Garut dua periode, Rudy Gunawan, SH, MH, mengomentari terkait pernyataan Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin yang tiba-tiba menyatakan bahwa dirinya juga sebenarnya ingin mundur dari jabatannya sebagai Pj Bupati Garut, “Pingin turun saya” pada sejumlah media.
“Menurut saya mungkin beliau saat itu spontan. Saya yakin dia menikmati pekerjaannya sebagai Pj Bupati Garut,” ujar Rudy Gunawan, Kamis (25/4/2024).
Salah satunya menikmati menjadi Pj Bupati Garut, kata Rudy dengan melakukan rehab gedung pendopo dengan menggunakan uang pribadi, membuat gedung pendopo menjadi steril, dan berani membuat pidato saat Hari Raya Idul Fitri.
“Pak Pj ingin Garut tertib dan bersih dari PKL serta yang lainnya. Itu artinya semangatnya tinggi,” katanya.
Rudy menuturkan, menjadi pemimpin di Garut, harus memiliki mental yang kuat dan mengetahui kultur masyarakat Garut.
“Pak Pj kan belum pernah menjadi Kadis teknis di Provinsinya. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Dinsos, Karo Yansos dan Sekwan DPRD Provinsi. Jadi saat memimpin daerah jadi kaget,” ucapnya.
Kata Rudy, saat ini yang penting bagaimana kinerja Pj Bupati Garut dalam menurunkan angka kemiskinan, angka inflasi, stunting dan meningkatkan pendapatan perkapita, serta melakukan pemutahiran data perlindungan sosial.
“Nah, selama menjadi Pj Bupati Garut selama tiga bulan ini persoalan krusial tidak mengemuka,” cetusnya.
Saat ini menurut Rudy Gunawan, hanya kegaduhan terkait rehab gedung pendopo dengan uang pribadi. Penataan PKL yang dianggap tidak berkeadilan, dan sulitnya akses pendopo dilalui masyarakat.
“Yang terbaru kegaduhan yang terjadi adalah, untuk helaran budaya Hari Jadi Garut, katanya Pak Pj tidak mengijinkan penggunaan alun-alun, melainkan memilih SOR. Padahal ini HJG. Saya berdoa Garut baik-baik saja,” pungkasnya. (Doni/Agus Sambas)

