Opini Pembaca
Oleh: Tatang Warga Pekerja Informal
Saya tercatat masuk desil 6. Di atas kertas, saya dianggap cukup mampu. Tapi kenyataannya, saya bekerja harian. Ada hari dapat penghasilan, ada hari pulang dengan tangan kosong.
Ketika subsidi BPJS dicabut, negara seolah berkata kami sudah aman. Padahal kami masih sangat rentan. Membayar iuran BPJS mandiri berarti mengurangi kebutuhan lain yang juga penting.
Saya tidak menolak aturan. Saya hanya berharap negara melihat kami sebagai manusia, bukan sekadar angka. Jika data salah, harus ada jalan untuk memperbaikinya. Jika kebijakan berubah, seharusnya ada masa penyesuaian.
Karena bagi kami, sakit bukan pilihan. Dan berobat bukan kemewahan.

