DJABARPOS.COM, Jatinangor – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus melepas praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) gelombang II untuk membantu percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Prosesi pelepasan tersebut berlangsung di Lapangan Parade IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).
Dalam penugasan kali ini, sebanyak 776 peserta akan membantu upaya pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang. Peserta tersebut terdiri atas 721 praja IPDN dan 55 aparatur sipil negara (ASN) pendamping. Mereka akan melaksanakan tugas pada 6 Februari hingga 6 Maret 2026.
Wiyagus menerangkan, saat ini Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengemban tugas sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Mendagri secara rutin mengecek progres pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
“Dan kehadiran praja setelah ini juga bagian dari apa yang sedang dipimpin oleh Bapak Mendagri,” ujar Wiyagus pada Apel Pelepasan Bhakti Karya Praja tersebut.
Wiyagus berpesan agar para praja dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai kepemimpinan pemerintahan secara langsung kepada masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, tambah Wiyagus, Mendagri menegaskan bahwa penugasan di Aceh Tamiang merupakan pengalaman berharga bagi praja. Pasalnya, para praja dapat mengimplementasikan keilmuan yang didapat selama di kampus.
Wiyagus menambahkan, beberapa waktu lalu dirinya berkomunikasi langsung dengan Bupati Aceh Tamiang. Dari komunikasi tersebut, Wiyagus mengungkapkan kesan mendalam Bupati Aceh Tamiang atas dedikasi praja IPDN dalam membantu pemulihan, khususnya pada pelayanan pemerintahan di Aceh Tamiang.
“Bupati mengatakan sungguh sangat terbantu dan sangat luar biasa. Etos kerja yang ditunjukkan oleh para praja ini benar-benar memberikan motivasi bukan hanya kepada bupati, tapi kepada seluruh ASN yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang,” sambung Wiyagus.
Lebih lanjut, Wiyagus menjelaskan bahwa para praja tersebut akan berperan dalam mendorong pemulihan layanan publik serta penguatan kapasitas administrasi pemerintahan daerah. Ia berharap, para praja dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui pemulihan fasilitas publik di kawasan tersebut.
“Oleh karena itu, saya berpesan agar seluruh praja senantiasa menjunjung tinggi disiplin, kemudian loyalitas, dan etika kepamongprajaan. Jaga sikap, jaga perilaku, serta jadilah teladan di tengah masyarakat,” tandasnya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Rektor IPDN Halilul Khairi beserta para pejabat terkait di lingkungan IPDN. (Red)

