DJABARPOS.COM, Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas ledakan yang terjadi pada 3 April 2026 di El Addaiseh, Lebanon selatan, yang mengakibatkan tiga personel peacekeepers Indonesia terluka. Ketiga prajurit tersebut merupakan bagian dari misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden ini menjadi yang ketiga dalam sepekan terakhir yang melibatkan pasukan Indonesia di wilayah tersebut.
Pemerintah menegaskan bahwa insiden berulang terhadap pasukan perdamaian tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun. Situasi ini dinilai semakin memperlihatkan tingginya risiko keamanan yang dihadapi personel UNIFIL di tengah eskalasi konflik di Lebanon selatan.
Indonesia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengusut tuntas seluruh insiden yang menimpa pasukan UNIFIL. Selain itu, pemerintah juga mendorong digelarnya pertemuan negara-negara kontributor pasukan guna melakukan evaluasi menyeluruh serta memperkuat sistem perlindungan bagi personel di lapangan.
Lebih lanjut, Indonesia menyerukan dilakukannya penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan guna mengungkap fakta kejadian, termasuk kronologi serta pihak yang bertanggung jawab. Pemerintah menekankan pentingnya penegakan akuntabilitas penuh atas setiap tindakan yang membahayakan pasukan perdamaian.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Israel di Lebanon selatan. Indonesia menilai kondisi tersebut berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan semakin membahayakan keselamatan personel PBB. Pemerintah menegaskan bahwa keamanan peacekeepers merupakan hal yang tidak dapat ditawar dan setiap pelanggaran terhadap hukum internasional harus dipertanggungjawabkan. Indonesia juga menyampaikan doa dan solidaritas bagi personel yang terluka beserta keluarganya. (Red)


