DJABARPOS.COM, Garut – Sebanyak 22 warga Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi korban penipuan salah satu oknum travel umrah. Mereka pun gagal berangkat ke Tanah Suci, padahal sudah diinapkan di salah satu hotel di Jakarta.
Para korban adalah warga Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Saat ini terduga pelaku, D (40) sudah dijebloskan ke penjara. Ede Sukmana, salah satu korban menyebut bahwa terduga pelaku sempat berusaha kabur saat ditagih visa dan tiket pesawat saat detik-detik keberangkatan.
“Saat di hotel bandara itu kami menagih visa dan tiket, tapi dia malah beralasan mau keluar dulu, katanya mau cari pinjaman buat tiket, tapi kami tahan, takut kabur,” ujar Ede Sukmana, Kamis (7/12/2023).
Selain itu D juga dipaksa ikut pulang ke Garut bersama rombongan jemaah yang batal berangkat.
Ede menyebut selama proses pendaftaran hingga pemberangkatan, terduga pelaku menjalankan aksinya seorang diri.
“Tidak melihat ada tim, dia sendiri, sampai di hotel pun dia sendiri,” ungkapnya.
Saat rombongan tiba di Garut, menurut Ede, satu per satu jemaah terlihat berjatuhan karena syok berat. Bahkan ia menyebut ada jemaah yang pingsan tak sadarkan diri.
Saat D diperiksa di Polres Garut, Ede dan jemaah lainnya baru tahu bahwa pria 40 tahun yang telah ditetapkan sebagai tersangka hanya mencatut salah satu agen travel resmi yang beralamatkan di Bekasi.(Nino/Doni)


