DJABARPOS.COM, Garut – Ribuan guru honorer di Kabupaten Garut melakukan aksi demonstrasi di Gedung DPRD Garut untuk menagih janji yang telah disepakati oleh Pemkab Garut dan DPRD Garut mengenai pengangkatan 2000 guru honorer menjadi P3K.
Ironisnya, Pemkab Garut hanya memberikan kuota 600 guru P3K, meninggalkan ribuan guru honorer lainnya tanpa kepastian.
Ketua Paguyuban Guru Honorer Kabupaten Garut, Makmul Abdul Fakih, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam atas janji-janji palsu yang diberikan oleh Pemkab Garut.
“Kami awalnya menuntut kuota 2000, namun hanya diberikan 600. Kami sudah legowo dan menerima keputusan ini. Namun, kami meminta agar sisa guru honorer yang tidak masuk dalam kuota 600 diberikan gaji yang layak. Kami meminta gaji sebesar Rp 2 juta per bulan, tetapi ditolak. Akhirnya kami meminta Rp 1.5 juta per bulan, namun Pemkab Garut masih sulit memenuhi tuntutan ini,” ujar Makmul.
Para guru honorer menyoroti ketidakrasionalan alokasi anggaran Pemkab Garut, hampir Rp 100 miliar untuk SPPD, sementara untuk memenuhi gaji guru honorer di luar kuota 600 hanya dibutuhkan tambahan Rp 6 miliar.
Dalam aksi demonstrasi ini, para guru juga merasa tersinggung dengan pernyataan Ketua DPRD Garut, Euis Ida, yang dinilai tidak pantas dan menyakitkan.
“Kami sangat kecewa dengan pernyataan nyinyir Euis Ida. Sebagai wakil rakyat, seharusnya ia menjaga etika dan menunjukkan empati kepada kami. Ucapannya yang menyuruh kami menangis sangat melukai perasaan kami,” ujar Makmul dengan nada kecewa.
Para guru honorer menegaskan bahwa mereka akan tetap bertahan di Gedung DPRD Garut hingga tuntutan mereka dipenuhi. Mereka juga menyatakan siap untuk mendatangi rumah dinas Penjabat Bupati Garut dan Ketua DPRD Garut jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.
“Kami hanya meminta gaji yang layak, Rp 1.5 juta per bulan, untuk para guru honorer yang tidak masuk dalam kuota 600 P3K. Ini bukan permintaan yang berlebihan mengingat anggaran yang ada. Pemkab Garut harus merasakan penderitaan kami dan menunjukkan rasa empati,” tutup Makmul.
Aksi demonstrasi ini mencerminkan kegelisahan dan kekecewaan yang mendalam dari para guru honorer Garut terhadap janji-janji yang tidak terpenuhi serta perlakuan yang tidak adil dari pemerintah daerah. Mereka berharap Pemkab Garut dan DPRD Garut dapat segera memenuhi tuntutan mereka demi keadilan dan kesejahteraan para guru honorer.(Doni/Nino)

