DJABARPOS.COM, Gresik – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi melakukan penggantian total Jembatan Manyar Lama di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Proyek ini berdampak pada penutupan penuh akses jembatan yang menjadi salah satu jalur vital penghubung Gresik–Lamongan.
Penutupan dilakukan menyusul kondisi struktur jembatan yang mengalami penurunan kualitas dan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan. Pemerintah menegaskan langkah ini merupakan upaya peningkatan keselamatan sekaligus menjaga kelancaran jalur logistik di kawasan industri Jawa Timur.
Jalur Strategis Ditutup, Arus Kendaraan Dialihkan
Sejak 1 April hingga 31 Agustus 2026, Jembatan Manyar Lama resmi ditutup total untuk seluruh jenis kendaraan.
Selama masa pekerjaan, arus lalu lintas dialihkan ke Jembatan Manyar Baru dengan skema dua arah. Pengalihan ini menjadi jalur utama alternatif bagi kendaraan dari arah Gresik maupun Lamongan.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk dan kendaraan logistik yang melintasi kawasan tersebut.
Pemerintah Pastikan Keselamatan Jadi Prioritas
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan dan perbaikan infrastruktur konektivitas merupakan bagian penting dalam menjaga roda ekonomi daerah tetap berjalan.
“Konektivitas jalan dan jembatan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah,” ujar Dody.
Proyek Rp29,6 Miliar Dikerjakan 210 Hari
Penggantian Jembatan Manyar Lama memiliki panjang sekitar 80 meter dengan nilai kontrak sebesar Rp29,6 miliar, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Proyek ini dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali dengan kontraktor pelaksana PT Tri Jaya Cipta Makmur, serta pengawasan oleh PT Aria Jasa Reksatama.
Pekerjaan ditargetkan selesai dalam 210 hari kalender, dengan masa pemeliharaan selama 365 hari. Serah terima pertama (PHO) direncanakan awal September 2026.
Imbauan untuk Pengendara
Kementerian PU mengimbau pengguna jalan untuk:
1. Mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar lokasi proyek
2. Mematuhi rambu dan arahan petugas lapangan
3. Mengantisipasi potensi kepadatan di jalur alternatif
Pemerintah berharap dukungan masyarakat dapat memperlancar proses pembangunan sekaligus menjaga keselamatan selama pekerjaan berlangsung. (Arsy)

