Hardiknas 2026: Wamendagri Bongkar 3 Kunci Pendidikan Bermutu, Jangan Sekadar Formalitas!

DJABARPOS.COM, Jakarta – Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 dimanfaatkan pemerintah untuk menegaskan arah baru pendidikan nasional. Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menekankan bahwa perubahan pola pikir, mentalitas, dan orientasi misi menjadi tiga fondasi strategis yang tidak bisa ditawar.

Menurutnya, tanpa ketiga hal tersebut, berbagai program pendidikan hanya akan berhenti sebagai formalitas administratif tanpa dampak nyata di lapangan.

“Tanpa ketiganya, semua kebijakan hanya akan menjadi program dan formalitas yang sekadar ditandai angka-angka kuantitatif,” tegas Wiyagus saat membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam upacara Hardiknas di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (4/5/2026).

5 Jurus Pemerintah Kejar Pendidikan Bermutu

Dalam amanat tersebut, dipaparkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan strategi besar bertajuk “pendidikan bermutu untuk semua” dalam 18 bulan terakhir.

Lima kebijakan utama yang menjadi andalan meliputi :

1. Revitalisasi dan digitalisasi lebih dari 288 ribu satuan pendidikan

2. Peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan 150 ribu guru penerima beasiswa pada 2026

3. Penguatan karakter melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)

4. Pengukuran mutu lewat Tes Kemampuan Akademik serta penguatan literasi dan numerasi

5. Perluasan akses pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus

Deep Learning Butuh Gerakan Bersama

Wiyagus menegaskan, pendekatan deep learning sebagai program prioritas tidak akan berhasil tanpa gerakan kolektif seluruh ekosistem pendidikan.

Ia menyebut, peran sekolah, keluarga, masyarakat, hingga media menjadi kunci agar transformasi pendidikan benar-benar berjalan, bukan sekadar konsep di atas kertas.

Kembali ke Akar Filosofi Pendidikan

Mengutip gagasan Ki Hajar Dewantara, Wiyagus mengingatkan bahwa esensi pendidikan adalah memanusiakan manusia.

“Pendidikan harus dijalankan dengan ketulusan dan penuh kasih, bukan sekadar mengejar target,” pesannya.

Di akhir amanat, Wiyagus menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat, dunia usaha, mitra internasional, hingga pemerintah daerah menjadi faktor penentu keberhasilan.

Dalam hal ini, peran Kemendagri dinilai strategis sebagai penghubung antara pemerintah pusat dan daerah.

“Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” pungkasnya. (Arsy)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *