Kepemimpinan yang Dirindukan Bandung : Ketika Ketegasan Kombes Pol Dr. Budi Sartono Menumbuhkan Rasa Aman Kolektif

Oleh: Roni Maulana Arsy – ( Jurnalis Media Djabar Pos)

Bandung Mulai Berubah, dan Warga Merasakannya

Beberapa tahun terakhir, Kota Bandung mengalami perubahan atmosfer keamanan yang signifikan. Dari persoalan geng motor, tawuran antarpelajar, hingga euforia Persib yang kerap menyisakan konflik, situasi kota kini bergerak ke arah lebih kondusif.

Perubahan ini tidak muncul tiba-tiba. Ada figur sentral yang membuat warga kembali percaya bahwa keamanan publik dapat dihadirkan dengan tegas namun humanis :
Kombes Pol Dr. Budi Sartono, S.I.K., M.Si., M.Han., Kapolrestabes Bandung.

Ketegasan yang Dibungkus Pendekatan Humanis

Di bawah kepemimpinan Kombes Budi Sartono, keamanan bukan hanya urusan operasi dan patroli.
Yang tumbuh adalah rasa aman psikologis, sebuah aspek penting dalam kota besar.

Beliau tidak hanya turun di lapangan saat ada masalah.
Beliau menyapa warga, hadir dalam kegiatan masyarakat, berdialog dengan kelompok yang sering disalahpahami, dan mengajak semua pihak menjaga kota bersama.

Pendekatan ini membuat kepemimpinan beliau terasa berbeda, akademis, intuitif, dan tetap tegas.

Tanggapan Warga dan Tokoh Kota Bandung

Tokoh Masyarakat: “Pemimpin yang Tidak Jauh dari Warga”

Tokoh masyarakat Bandung Timur menyampaikan apresiasi terhadap pola kerja Kapolrestabes Bandung:

“Beliau hadir sebelum masalah membesar. Pemimpin seperti inilah yang membuat warga tenang.”

Tokoh Lintas Agama: “Beliau Merawat Kerukunan Bandung”

Tokoh lintas agama juga merasakan peran penting Kombes Pol Budi Sartono dalam menjaga harmoni sosial “Keamanan itu bukan cuma soal polisi. Itu soal merawat kerukunan. Beliau menjaga komunikasi dan itu sangat kami rasakan.”

Ketua DPD HAPI Jabar: Tegas, Profesional, dan Mau Berdialog

Ketua HAPI Jawa Barat, Deni Hermawan, SH., MH., memberikan penilaian profesional “Beliau tegas, berwibawa, namun tetap membuka ruang komunikasi. Ini pemimpin polisi modern yang mengutamakan dialog.”

Menurutnya, Bandung membutuhkan figur seperti ini untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap hukum.

Bobotoh : “Persib Juara Dua Kali, Bandung Tetap Aman”

Dua gelar juara Persib pada 2024 dan 2025 adalah momentum besar yang rawan gesekan.
Namun di era Kombes Pol Budi Sartono, kota tetap aman dan tertib.

Seorang bobotoh memberikan tanggapan “Pengamanan rapi, humanis, dan tidak represif. Bobotoh merasa dikawal, bukan diawasi.”

Pengamanan dua kali pesta juara tanpa insiden besar adalah bukti kepemimpinan yang efektif.

Ketua Ormas Gibas Resort Kota Bandung: “Beliau Pemimpin yang Mau Mendengar”

Ketua Ormas Gibas Resort Kota Bandung, Bubun Bunymanin, melihat kepemimpinanKombes Pol Budi Sartono dari perspektif ormas “Beliau mengajak ormas bekerja sama, bukan menjaga jarak. Itulah yang membuat Bandung lebih aman.”

Menurutnya, kolaborasi aparat–ormas adalah fondasi keamanan sosial di kota besar.

Analisis Penulis – Mengapa Bandung Mencintai Kepemimpinan Ini

Sebagai praktisi media, saya melihat beberapa alasan mengapa nama Kombes Pol Budi Sartono mendapat tempat di hati warga :

1. Ketegasan yang Konsisten

Bukan hanya tegas sekali, tapi berulang dan terukur.

2. Komunikasi Lintas Kelompok

Beliau merangkul tokoh agama, ormas, advokat, komunitas, hingga bobotoh.

3. Kehadiran Nyata di Lapangan

Ini mengurangi potensi konflik sebelum terjadi.

4. Bandung Merasa Punya Pemimpin

Ada rasa memiliki. Ada rasa dilindungi.

Tantangan yang Masih Harus Diselesaikan

Kritik konstruktif tetap perlu untuk menjaga keseimbangan :

  1. Keamanan malam di daerah pinggiran
  2. Pencegahan generasi muda dari geng motor
  3. Penguatan sistem deteksi dini berbasis digital
  4. Edukasi hukum ke komunitas akar rumput

Ini bukan kelemahan, tapi ruang untuk memperkuat kota.

Penutup – Bandung Butuh Pemimpin yang Bekerja, Bukan Sekadar Terlihat

Kepemimpinan Kombes Pol Dr. Budi Sartono, S.I.K., M.Si., M.Han., memberi arah baru bagi keamanan Kota Bandung. Warga merasakan kehadiran pemimpin yang tegas, humanis, dan merangkul semua kelompok masyarakat.

Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, pemimpin yang hadir, mendengar, dan bertindak adalah aset yang tak ternilai.

Dan hari ini, Bandung merasakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *