DJABARPOS.COM, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan infrastruktur terintegrasi di Provinsi Bali guna mendukung pariwisata berkelanjutan sekaligus menjaga daya saing sebagai wajah pariwisata nasional.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan di Bali harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup perlindungan wilayah, konektivitas, sanitasi lingkungan, hingga ketahanan pangan. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Rabu (8/4/2026).
Pada 2026, Kementerian PU mengalokasikan 206 paket pekerjaan dengan total anggaran Rp1,27 triliun. Program tersebut meliputi sektor sumber daya air, jalan dan jembatan, permukiman, serta prasarana strategis untuk memperkuat infrastruktur dasar di Bali.
Penguatan infrastruktur difokuskan pada perlindungan pesisir, pengendalian banjir, dan peningkatan konektivitas. Penanganan abrasi dilakukan melalui Bali Beach Conservation Project, sementara pengendalian banjir mencakup penanganan darurat di 37 titik serta penyusunan masterplan Kota Denpasar.
Selain itu, pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi sepanjang 96,84 km terus disiapkan melalui skema KPBU guna meningkatkan efisiensi logistik. Pemerintah Provinsi Bali dan DPR RI juga mendorong sinergi lintas kementerian agar pembangunan infrastruktur dapat memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Arsy)

