DJABARPOS.COM, Bandung – Ancaman serius mengintai warga Kota Bandung di musim hujan. Sebanyak 65 ribu batang pohon yang tersebar di 400 ruas jalan dilaporkan berada dalam kondisi rawan tumbang dan kini menjadi tanggung jawab Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKP) Kota Bandung.
Memasuki musim pancaroba, potensi bahaya kian nyata. Angin kencang dengan kecepatan mencapai 75 kilometer per jam kerap terjadi dan menjadi pemicu utama pohon tumbang — bahkan pada pohon yang tampak sehat sekalipun. Faktor perakaran lemah, tanah jenuh air, hingga tekanan lingkungan akibat cuaca ekstrem sering luput dari pengawasan.
Kepala DPKP Kota Bandung menyebut pihaknya telah melakukan langkah antisipasi berupa pemangkasan rutin. Namun pernyataan itu dinilai belum menjawab kekhawatiran publik. Insiden pohon tumbang masih terus terjadi dan berpotensi menimbulkan korban jiwa serta kerugian materi.
Lemahnya deteksi dini dan minimnya pengawasan lapangan jadi sorotan. DPKP hanya memiliki sekitar 50 personel yang dibagi dalam lima tim untuk mengawasi puluhan ribu pohon. Beban kerja yang tidak seimbang ini memicu pertanyaan: apakah keselamatan warga sudah benar-benar jadi prioritas?
Keterbatasan pengawasan ditambah cuaca ekstrem yang makin sering terjadi membuat risiko pohon tumbang bisa berubah dari sekadar potensi menjadi bencana nyata di tengah kota.
DPKP dituntut mengambil langkah cepat, ketat, transparan, dan berbasis data. Sementara itu, masyarakat diimbau waspada dan aktif melaporkan pohon yang dinilai berbahaya. Meski begitu, tanggung jawab utama memastikan ruang publik aman tetap berada di tangan pemerintah.(Arsy)

