DJABARPOS.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengangkat M Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam sebuah pelantikan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Ia kini menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Hanif Faisol.
Jumhur merupakan kelahiran Bandung, 18 Februari 1968. Ia adalah anak dari Mohammad Sobari Sumartadinata dan Ati Amiati, di mana ayahnya diketahui pernah menjabat sebagai pejabat di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).
Dalam kehidupan pribadinya, Jumhur menikah pada tahun 2007 dengan Alia Febyani Prabandari yang dikenal sebagai finalis Puteri Indonesia tahun 2001. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai empat orang anak, yaitu Moqtav, Naeva, Ezga, dan Vaniaz.
Riwayat pendidikan Jumhur dimulai dari SD Menteng Pulo Pagi di Jakarta Selatan sebelum melanjutkan ke SD Menteng 02 Pagi di Jakarta Pusat. Ia kemudian bersekolah di SMPN 1 Jakarta Pusat, lalu sempat melanjutkan ke SMPN 1 Denpasar. Pendidikan menengah atasnya dimulai di SMAN 1 Denpasar, sebelum akhirnya berpindah ke SMAN 3 Bandung.
Untuk pendidikan tinggi, Jumhur sempat menempuh studi di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada jurusan Teknik Fisika. Namun, ia tidak menyelesaikan studinya di sana dan melanjutkan pendidikan di Universitas Nasional Jakarta.
Nama Jumhur dikenal luas sebagai seorang aktivis, khususnya dalam isu-isu ketenagakerjaan. Aktivitasnya dalam dunia pergerakan sudah dimulai sejak masa kuliah, dengan fokus pada pembelaan terhadap hak-hak buruh.
Pada awal 1990-an, ia aktif di Center for Information and Development Studies (CIDES). Selain itu, ia juga menjadi pendiri Yayasan Kesejahteraan Pekerja Indonesia (YKPI) serta Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo), yang keduanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan pekerja.
Tidak hanya itu, Jumhur juga terlibat dalam sejumlah organisasi lain seperti Gabungan Persatuan Sopir Indonesia (Gapersi) serta Asosiasi Pedagang Grosir Keliling Indonesia.
Berkat kiprahnya di dunia aktivisme, ia dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia pada tahun 2007.
Dalam ranah politik, Jumhur juga pernah berperan sebagai relawan pendukung Joko Widodo dengan menjabat sebagai Koordinator Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) pada Pemilihan Presiden 2014. (Arsy)

