Pembangunan Sekolah Rakyat Serap 59 Ribu Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi Daerah

DJABARPOS.COM, Jakarta – Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tidak hanya mendukung pemerataan akses pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung melalui penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.

Berdasarkan data pelaksanaan konstruksi per Rabu (7/5/2026), total tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II mencapai 59.541 orang.

Tenaga kerja tersebut meliputi pekerja lapangan, tenaga teknis, operator alat berat, hingga tenaga pendukung lainnya yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan infrastruktur pendidikan memberikan manfaat jangka panjang sekaligus mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Kementerian PU menilai keterlibatan tenaga kerja dan rantai pasok material konstruksi menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain fokus pada percepatan pembangunan, pemerintah juga terus menyelesaikan berbagai kendala teknis di lapangan, mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.

Sekolah Rakyat Tahap II nantinya dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, asrama siswa dan guru, kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, hingga ruang terbuka hijau.

Kementerian PU meminta seluruh penyedia jasa konstruksi dan BUMN pelaksana memastikan percepatan pembangunan berjalan optimal agar target penyelesaian pada 20 Juni 2026 dapat tercapai.

Program pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar proyek.(Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *