DJABARPOS.COM, New Delhi – Blok ekonomi strategis BRICS kembali mempertegas posisi politiknya di panggung internasional. Melalui pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri Menlu di New Delhi, India, Jumat 15/5/2026, kelompok negara-negara berkekuatan ekonomi baru ini mengeluarkan resolusi keras: mendesak penarikan penuh pasukan Israel dan pemberlakuan gencatan senjata segera tanpa syarat di Jalur Gaza.
1. Resolusi Keras BRICS Soal Gaza
Pernyataan bersama yang dirilis usai pertemuan menggarisbawahi kegusaran kolektif BRICS terhadap krisis kemanusiaan yang berlarut-larut di Palestina.
BRICS menuntut semua pihak yang bertikai untuk segera menanggalkan ego geopolitik dan kembali ke meja perundingan dengan niat baik good faith.
2. Rekonstruksi Gaza Diprediksi Butuh 10 Tahun
Proses pembangunan kembali kota yang luluh lantak di Gaza diprediksi membutuhkan waktu setidaknya satu dekade penuh.
Skala kerusakan infrastruktur, perumahan, dan layanan dasar disebut sebagai tantangan terbesar dalam upaya pemulihan pascakonflik.
3. Biaya Rekonstruksi Capai Rp1,2 Kuadriliun
Komunitas internasional memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk rekonstruksi menyentuh angka 70 miliar dolar AS atau setara Rp1,2 kuadriliun.
Angka raksasa ini menjadi alarm keras bagi dunia bahwa mengulur-ulur gencatan senjata sama saja dengan memperpanjang kehancuran peradaban di Palestina.
BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, dan anggota baru lainnya, semakin aktif memainkan peran diplomatik di isu-isu global. Pertemuan di New Delhi ini menegaskan konsolidasi posisi politik blok tersebut terhadap konflik Timur Tengah.(**)

