Diplomasi Indonesia Tak Kehilangan Nurani, Menlu RI Tegaskan Komitmen Perjuangkan Palestina Merdeka

DJABARPOS.COM, Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menegaskan bahwa diplomasi Indonesia akan selalu hadir dengan prinsip, keberanian, dan nurani dalam memperjuangkan Palestina yang damai dan merdeka. Penegasan tersebut disampaikan dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026, yang digelar di Kementerian Luar Negeri, Selasa (14/1/2026).

“Palestina adalah pengingat bahwa diplomasi tidak boleh kehilangan nuraninya,” ujar Menlu RI.

Dalam paparannya, Menlu Sugiono menggambarkan situasi krisis global yang masih terus berlangsung di berbagai kawasan, termasuk konflik di Gaza yang dinilai dibiarkan berlarut tanpa langkah nyata untuk menghentikan penderitaan kemanusiaan.

Menlu RI menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia tidak boleh bersikap diam ketika pelanggaran kemanusiaan terjadi secara terang-terangan. Atas dasar itu, Indonesia memilih terlibat aktif dalam berbagai upaya diplomasi internasional untuk mendorong perdamaian Palestina.

Indonesia tercatat memainkan peran strategis di berbagai forum internasional, antara lain sebagai co-chair Working Group Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menghasilkan New York Declaration, serta mendorong implementasi hasil Sharm El Sheikh Peace Summit sebagai bagian dari proses perdamaian.

Selain itu, Indonesia juga berperan aktif dalam pembahasan pembentukan International Stabilization Force (ISF) di Gaza. Menurut Menlu Sugiono, keberadaan ISF diproyeksikan sebagai instrumen sementara untuk mendukung gencatan senjata permanen dan memastikan kelancaran penyaluran bantuan kemanusiaan.

“ISF merupakan mekanisme pendukung sementara. Tujuan akhirnya tetap sama, yaitu perdamaian Palestina yang berkelanjutan melalui Solusi Dua Negara,” jelasnya.

Bagi Indonesia, perjuangan kemerdekaan Palestina bukan sekadar isu luar negeri, melainkan amanat konstitusi yang harus terus diperjuangkan secara konsisten. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penghentian kekerasan, pemulihan kemanusiaan, serta terciptanya Palestina yang berdaulat dan damai.

Dalam kesempatan yang sama, Menlu RI juga menekankan bahwa diplomasi Indonesia di dunia Islam terus diperkuat melalui pendekatan yang fokus, terencana, dan lintas sektor. Dengan latar belakang sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia serta memiliki rekam jejak moderasi yang kuat, Indonesia dinilai memiliki kredibilitas sekaligus tanggung jawab moral dalam membangun kerja sama yang lebih substantif.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Luar Negeri menyusun Peta Jalan Kerja Sama Indonesia dengan Dunia Islam sebagai kerangka kebijakan yang terstruktur, berjangka panjang, dan berorientasi pada hasil.

“Peta jalan ini dirancang agar kerja sama dengan dunia Islam berjalan konsisten, terukur, dan selaras dengan kepentingan nasional,” ujarnya.

Menlu RI menambahkan, penguatan diplomasi tersebut juga diwujudkan melalui berbagai langkah nyata, salah satunya dukungan terhadap inisiatif Kampung Haji Indonesia di Mekkah, sebagai bagian dari peningkatan kapasitas negara dalam memberikan layanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *