DJABARPOS.COM, Jakarta – Pemerintah Indonesia menyampaikan penyesalan mendalam atas gagalnya perundingan antara dan yang berdampak pada meningkatnya eskalasi militer di kawasan . Situasi tersebut dinilai berpotensi memperburuk ketegangan regional serta mengancam stabilitas global.
Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi sebagai jalan utama dalam menyelesaikan perbedaan. Pemerintah menegaskan kembali pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara, serta komitmen untuk menyelesaikan konflik melalui cara-cara damai sesuai prinsip hukum internasional.
Pemerintah Indonesia, dalam hal ini , menyatakan kesiapan untuk berperan aktif dalam menciptakan kembali kondisi keamanan yang kondusif. Apabila disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia menyampaikan kesediaannya untuk bertolak ke Teheran guna memfasilitasi dialog dan melakukan mediasi demi tercapainya solusi damai.
Indonesia menilai bahwa peningkatan ketegangan di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada kawasan tersebut, tetapi juga berpotensi mengganggu perdamaian dan keamanan dunia secara luas.
Sehubungan dengan situasi ini, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang dan waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi intensif dengan Perwakilan Republik Indonesia terdekat. Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI di luar negeri. (Arsy)


