DJABARPOS.COM – Lahir di Bandung, Jawa Barat, September 1973, Kolonel Andi Gunawan tumbuh dalam lingkungan yang sarat disiplin dan pengabdian. Namun, meski membawa nama besar keluarga militer, ia memilih menapaki kariernya dengan langkah tenang membiarkan prestasi berbicara, bukan silsilah.
Tak banyak yang tahu, Andi Gunawan adalah putra dari Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajat, jenderal bintang empat didikan Kopassus, pasukan elit TNI yang disegani dunia. Sang ayah pernah menduduki jabatan-jabatan puncak negara: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Panglima ABRI, hingga Menteri Pertahanan di era Presiden Soeharto. Ibundanya, Kapten Pnb (Purn) Lulu Lugiyati, juga berasal dari korps TNI AU—sebuah perpaduan keluarga yang kental dengan semangat pengabdian.

Sebagai putra kedua, Andi Gunawan tumbuh bersama kakaknya, Imam Budiman, yang juga meniti karier militer dan kini menyandang jenderal bintang satu. Tradisi keluarga itu tak lantas membuat jalan Andi lebih mudah. Ia membuktikan diri lewat pendidikan dan penugasan lapangan.
Lulus dari Akademi Militer (Akmil) tahun 1995, Andi Gunawan mengikuti jejak sang ayah sebagai perwira didikan Kopassus. Karier militernya dimulai dari bawah: Komandan Peleton hingga Komandan Kompi Yonif Linud 328/Dirgahayu satuan lintas udara yang menuntut ketangguhan fisik dan mental.
Pengalamannya terus diperkaya dengan penugasan strategis. Pada 2011, ia ditarik ke Kostrad sebagai Kasiops Divisi Infanteri II. Setahun berselang, ia dipercaya memimpin Yonif Linud 330/Tri Dharma sebagai Komandan Batalyon (2012–2013). Dari medan latihan ke wilayah tugas, Andi lalu mengemban amanah sebagai Dandim 0909/Sangatta (2013–2014).
Perjalanan kariernya berlanjut ke ranah strategis dan komunikasi militer. Ia pernah bertugas sebagai Staf Bagian Kerja Sama Militer Internasional (2014–2015), lalu Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman (2015–2016). Kepercayaan pimpinan kian menguat saat ia menjabat Asisten Operasi Kasdam VI/Mulawarman (2016–2017), kemudian Wakil Komandan Rindam Jaya pada 2017.
Selepas itu, Andi Gunawan ditempatkan sebagai Staf Ahli Pangdam Jaya bidang Manajemen Sistem Pertahanan Negara (Sishanneg). Hingga akhirnya, sejak 8 Juni 2020, ia memangku jabatan Pamen Sahli bidang Jemen Sishanneg Pangdam Jaya sebuah posisi yang menuntut ketajaman analisis, pengalaman lintas medan, dan kebijaksanaan dalam perencanaan pertahanan.
Kisah Andi Gunawan adalah potret perwira yang memilih jalan sunyi pengabdian. Ia berdiri di persimpangan antara warisan besar dan dedikasi personal menegaskan bahwa kehormatan sejati lahir dari kerja keras, bukan sekadar nama.(**)

