Panik di IGD karena BPJS Tak Aktif, Sekda Jabar Tegas: “Abdi Lereskeun Ayeuna!”

DJABARPOS.COM, Bandung – Kepanikan tak terhindarkan saat Syam, warga ber-KTP Samarang, Kabupaten Garut, yang kini tinggal di kawasan Andir, Kota Bandung, mendadak terserang hipertensi. Kondisinya sempat mengkhawatirkan dan harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Namun di tengah situasi darurat tersebut, keluarga justru dihadapkan pada persoalan administrasi: status BPJS Kesehatan Syam diketahui tidak aktif. Kekhawatiran pun bertambah, bukan hanya soal kondisi kesehatan, tetapi juga tentang bagaimana proses penanganan bisa segera dilakukan.

Informasi mengenai kondisi tersebut sampai kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si. Mendengar laporan itu, Sekda langsung merespons cepat dan tegas.

“Abdi lereskeun ayeuna,” ujar Herman, yang berarti “Saya bereskan sekarang,” sebagai bentuk komitmen untuk segera menyelesaikan kendala yang dihadapi warga tersebut.

Tak butuh waktu lama, persoalan administrasi dapat ditangani dan Syam akhirnya mendapatkan perawatan medis dari pihak rumah sakit. Setelah menjalani penanganan, kondisinya kini dilaporkan mulai membaik. Istri Syam tak kuasa menahan rasa haru atas bantuan yang diterima keluarganya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemprov Jabar khusunya kepada Bapak Sekda. Waktu itu kami benar-benar panik karena BPJS tidak aktif. Kalau tidak dibantu, mungkin kami masih kebingungan. Sekarang suami saya sudah ditangani dan kondisinya mulai membaik,” ujarnya dengan suara bergetar.

Respons cepat tersebut menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat, terutama saat warganya menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan keputusan dan tindakan segera. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *