DJABARPOS.COM, Bogor — Keberanian keluar dari zona nyaman menjadi salah satu kunci utama dalam membentuk karakter pemimpin yang tangguh. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto kepada peserta program magang.
Menurutnya, karakter tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan pilihan-pilihan sulit dan berisiko.
Ia menilai, banyak orang gagal berkembang karena memilih bertahan di zona nyaman, padahal peluang besar justru hadir saat seseorang berani mengambil tantangan.
“Kita punya banyak pilihan, dan orang besar itu berani mengambil risiko,” ujarnya.
Selain itu, kemampuan membaca momentum juga menjadi faktor penting dalam menentukan arah kesuksesan seseorang.
Dengan karakter yang kuat, seseorang dinilai akan lebih siap menghadapi perubahan, tekanan, serta berbagai dinamika kehidupan.
Pesan ini menjadi relevan bagi generasi muda yang sedang berada dalam fase pembentukan jati diri dan kepemimpinan. (Red)

