Serangan Brutal ke UNIFIL: 3 Prajurit Indonesia Gugur, 70 Negara Angkat Suara

DJABARPOS.COM, New York – Dunia internasional bereaksi keras atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon yang menewaskan tiga prajurit Indonesia. Dalam pernyataan bersama, lebih dari 70 negara secara tegas mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak dapat diterima. Kamis, (08/04/2026)

Serangan yang terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik sejak awal Maret 2026 itu juga melukai sejumlah personel dari berbagai negara, termasuk Prancis, Ghana, Indonesia, Nepal, dan Polandia.

“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun,” tegas pernyataan bersama tersebut. Dunia internasional juga menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan berpotensi masuk dalam kategori kejahatan perang.

Tidak hanya serangan fisik, perilaku agresif terhadap personel dan pimpinan UNIFIL juga dilaporkan semakin meningkat, memperburuk situasi keamanan di lapangan.

Konflik di Lebanon sendiri terus memanas akibat ketegangan lintas batas yang melibatkan kelompok bersenjata dan militer Israel. Kondisi ini membuat pasukan perdamaian PBB berada dalam posisi yang semakin rentan di tengah medan konflik yang tidak menentu.

Negara-negara penandatangan menegaskan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian adalah harga mati. Mereka mendesak PBB dan Dewan Keamanan untuk mengambil langkah tegas guna memperkuat perlindungan terhadap personel UNIFIL.

Selain itu, penyelidikan menyeluruh terhadap setiap serangan juga didesak untuk segera dilakukan secara transparan. Para pelaku harus dimintai pertanggungjawaban tanpa pengecualian.

Di sisi lain, krisis kemanusiaan di Lebanon semakin mengkhawatirkan. Lebih dari satu juta warga dilaporkan mengungsi, sementara korban sipil terus bertambah dan infrastruktur hancur di berbagai wilayah.

Dunia pun mendesak penghentian segera konflik dan kembalinya seluruh pihak ke meja perundingan, serta mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Indonesia, sebagai salah satu kontributor utama pasukan perdamaian, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas global. Namun, pengorbanan tiga prajurit TNI menjadi pengingat bahwa misi perdamaian tidak pernah bebas dari risiko.

Di tengah situasi yang semakin genting, komunitas internasional menegaskan bahwa perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama demi menjaga stabilitas dan keamanan dunia. (Arsy)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *