Test Wawasan Kebablasan ?, Krusial Ideologi, Seharusnya Komunisme dan Khilafah Yang di Eliminir, Bukan Al-Qur’an

Perubahan ini bukan kekalahan Umat Islam, bahkan sebaliknya, adalah kemenangan Umat Islam secara hakiki, dimana Umat Islam mempunyai kebesaran jiwa demi Persatuan Indonesia, rela berkorban menghapus 7 (tujuh) kata di dalam piagam Jakarta, inilah pandangan 8 (delapan) orang the founding father sebagai garda pandangan Islam Moderat, yang bertolak belakang dengan pandangan Islam Radikal, yang dipelopori Marijan Kartosuwiryo yang selalu menganggap bahwa Pancasila adalah kekalahan umat Islam, maka Pancasila di anggap sebagai dasar negara kafir, kemudian dengan pandangan radikal ini, akhirnya Kartosuwiryo melakukan pemberontakan dengan DI/TII nya.

Demikian agungnya Islam di negara tercinta Indonesia, mempunyai kebesaran jiwa, untuk melahirkan Pancasila, sama halnya persis seperti di zaman Rasullullah Muhammad saw., manakala melahirkan konstitusi perjanjian Hudaibiyah dan Piagam Madinah. Dan sudah barangtentu prinsip-prinsipnya sesuai dengan Kitab Suci Al-Qur’an, sehingga korelasi nilainya, menurut Islam Moderat, Al-Qur’an dan Pancasila itu ibarat Ibu dan anak, sama sekali tidak bisa dibenturkan dengan alasan apapun, terlebih dengan mengatasnamakan wawasan kebangsaan, ini wawasan kebangsaan yang mana ?

Kembali kepada pokok permasalahan, sudah barangtentu Umat Islam akan mengkritik keras test Wawasan Kebablasan ini, namun demikian kritik yang baik bagi bangsa ini seharusnya kritik membangun, yang di dasari kebersihan hati dan kasih sayang, bukan kritik menjatuhkan yang di dasari kebencian. Kita semua umat Islam, harus mulai belajar menjadi Umatan Wasaton, siger tengah, dan moderat sesuai Fitrah penciptaannya. Umatan Wasaton yaitu umat yang cerdas dan bijaksana, sesuai dengan Surat Al-Baqarah ayat 143.

Ketika mengkritik, terkait test wawasan kebablasan, kemudian apa yang tepat di buat sebagai test wawasan kebangsaan pada sa’at ini ? Kalau kita mau mengambil perimbangannya sesuai perundang-undangan yang ada.

Ada dua hal, yang sangat penting di angkat, dalam posisi sa’at ini, bagi wawasan kebangsaan, untuk mengokohkan ideologi bangsa Indonesia, pertanyaannya yaitu :

1. Pancasila atau Komunisme ?

2. NKRI atau Khilafah ?

Pertanyaan inilah yang seharusnya menjadi test Wawasan Kebangsaan. Kita semua tau, bahwa sa’at ini begitu buasnya dua hal ini, secara ideologis ingin mengoyak wawasan kebangsaan. Sangat wajar jika perundang-undangan yang ada terkait pelarangan ekstra kiri komunisme (PKI) dan ekstra kanan DI/TII kemudian Khilafah (HTI) di kuat kokohkan dengan pertanyaan test wawasa kebangsaan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *