Duka di Balik Pesta Pernikahan: Tuan Rumah di Purwakarta Tewas Usai Tolak Permintaan Uang

DJABARPOS.COM, Purwakarta — Kebahagiaan yang seharusnya menyelimuti sebuah pesta pernikahan di Kabupaten  berubah menjadi tragedi memilukan. Seorang tuan rumah hajatan, Dadang (sekitar 57 tahun), meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok pria yang diduga preman, Sabtu (4/4/2026).

Peristiwa itu terjadi di wilayah Kecamatan Campaka saat resepsi tengah berlangsung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekelompok pria datang ke lokasi hajatan dan meminta uang kepada pihak tuan rumah. Permintaan tersebut diduga merupakan bentuk pemalakan yang kerap meresahkan warga. Korban sempat memberikan uang sekitar Rp100 ribu, namun pelaku kembali menuntut tambahan hingga Rp500 ribu.

Penolakan itulah yang memicu amarah para pelaku. Situasi yang awalnya penuh sukacita berubah tegang dalam sekejap. Korban yang berusaha menegur justru menjadi sasaran kekerasan. Ia dikeroyok secara brutal, dipukul bertubi-tubi, bahkan menggunakan benda keras seperti bambu hingga terkapar tak berdaya.

Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat dalam kondisi kritis. Namun, nyawanya tidak tertolong. Duka mendalam pun menyelimuti keluarga yang seharusnya tengah berbahagia merayakan momen sakral pernikahan.

Tragedi ini menuai kecaman keras karena dinilai sebagai potret nyata masih maraknya premanisme di tengah masyarakat. Aksi kekerasan di ruang publik, terlebih dalam acara keluarga, menjadi alarm serius bagi aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tanpa kompromi.

Aparat kepolisian telah bergerak melakukan penyelidikan intensif. Sejumlah pelaku kini dalam pengejaran, sementara satu orang dilaporkan telah menyerahkan diri. Polisi juga tengah mengumpulkan alat bukti serta mendalami peran masing-masing pelaku dalam insiden tersebut.

Para pelaku terancam dijerat pasal berlapis, termasuk pengeroyokan yang menyebabkan kematian sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman penjara berat. Penegakan hukum yang tegas dinilai menjadi kunci untuk memberikan efek jera sekaligus menjawab keresahan publik.

Keluarga korban berharap keadilan ditegakkan seadil-adilnya. Di balik tenda pesta yang kini menyisakan kesedihan, satu nyawa melayang akibat aksi premanisme yang tak terkendali. Peristiwa ini kembali menegaskan, negara tidak boleh kalah dalam menjamin rasa aman warganya. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *