Data Karhutla Indonesia 2015–2025: Turun Drastis, dari 2,6 Juta Hektare Jadi 359 Ribu

DJABARPOS.COM, Jakarta — Tren kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menunjukkan penurunan signifikan dalam satu dekade terakhir. Pemerintah menilai perbaikan koordinasi menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan, pada puncak El Nino tahun 2015, luas lahan terbakar mencapai sekitar 2,6 juta hektare. Angka tersebut kemudian turun menjadi 1,6 juta hektare pada 2019.

Penurunan terus berlanjut dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, luas karhutla tercatat sekitar 1,1 juta hektare. Sementara pada 2024 mencapai 376 ribu hektare dan kembali ditekan menjadi sekitar 359 ribu hektare pada 2025.

“Ini menunjukkan Indonesia terus belajar memperbaiki tata kelola penanganan karhutla,” ujar Raja Juli.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, termasuk penguatan sistem deteksi dini dan patroli lapangan.

Meski demikian, pemerintah tetap mengingatkan bahwa potensi karhutla masih tinggi, terutama saat musim kemarau kering. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat agar tren penurunan tidak kembali berbalik.

Karhutla tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi dan gangguan kesehatan akibat kabut asap. (Arsy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *