Farhan Sorot Bandung Makin Padat, Camat-Lurah Diminta Turun ke Warga

DJABARPOS.COM, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan jajaran camat dan lurah agar tidak hanya bekerja di balik meja. Di tengah tekanan Kota Bandung yang makin padat, aparatur wilayah diminta hadir langsung di tengah masyarakat.

Pesan itu disampaikan Farhan saat membuka Pelatihan bagi Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Bandung di Hotel Novotel Bandung, Selasa (26/05/2026).

Farhan menilai tantangan Kota Bandung pascapandemi semakin kompleks. Pertumbuhan ekonomi kota disebut masih berada di angka 5,29 persen dan belum sepenuhnya kembali seperti sebelum Covid-19.

Di sisi lain, mobilitas warga dan wisatawan terus meningkat.

Menurut Farhan, pada akhir pekan tertentu jumlah orang yang masuk ke Kota Bandung bahkan diperkirakan mencapai 3,5 juta orang.

“Tekanan terhadap pelayanan makin besar daya tarik Kota Bandung makin tinggi. Maka tantangan sosial termasuk pengangguran dan ketimpangan harus benar-benar kita jawab dengan kerja nyata,” katanya.

Farhan meminta para camat dan lurah memiliki pola pikir terbuka serta tidak anti terhadap kritik dan perbedaan pandangan.

Ia menegaskan pemimpin wilayah harus memahami kondisi warga secara langsung, mulai dari masyarakat di kawasan padat hingga kelompok menengah atas.

“Buka pikiran buka hati. Pemimpin itu harus merasakan apa yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Farhan juga mengingatkan agar aparatur wilayah lebih sering terlihat di lapangan dibanding hanya hadir dalam laporan administratif.

“Jadilah pemimpin yang terlihat di lapangan, bukan hanya hadir dalam laporan,” tuturnya. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *