Gubernur Dedi Mulyadi Tegur Keras Wali Kota Cimahi Soal Tramadol

DJABARPOS.COM, Cimahi – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung dan menegur Wali Kota Cimahi Ngatiyana terkait dugaan maraknya peredaran tramadol di kota tersebut.

Teguran itu disampaikan KDM secara terbuka. Saat jawaban Wali Kota dinilai bertele-tele dan belum memuaskan, KDM langsung memotong dan mendesak: “Saya butuh tindakan nyata di lapangan, bukan penjelasan!”.

Kenapa KDM sampai turun tangan? Karena tramadol bukan permen. Ini obat keras golongan G. Harusnya pakai resep dokter. Faktanya, di lapangan gampang dibeli anak muda di warung, konter, bahkan online. Efeknya? Kecanduan, halusinasi, ginjal rusak, masa depan hancur.

Bagi KDM, ini soal nyawa generasi. Negara hadir untuk melindungi. Kepala daerah tidak boleh diam.

Langkah yang harus segera jalan:
1.  Razia gabungan Dinkes, Satpol PP, dan Polisi ke titik-titik rawan
2.  Tutup jalur distribusi dan tindak tegas pengecer nakal. Cabut izin!
3.  Edukasi masif di sekolah dan kampus soal bahaya obat keras
4.  Buka layanan rehabilitasi bagi korban. Jangan hanya dipenjara.

Pungli di jalan kita lawan. Narkoba dan obat terlarang juga harus kita lawan.

Kita kawal bersama. Jangan biarkan anak-anak kita jadi korban! (Nino)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *