DJABARPOS.COM, Jakarta – Akhirnya ada angin segar buat yang mau urus balik nama tanah
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pasang target baru: proses peralihan hak / balik nama tanah maksimal 10 hari selesai.
Gimana caranya?
Kuncinya ada di BPHTB. Selama ini verifikasi dan validasi BPHTB jadi biang kelamaannya. Rata-rata nasional masih 22-26 hari.
Lewat Surat Edaran Bersama ATR/BPN + Kemendagri, pemerintah targetkan verifikasi BPHTB cukup maksimal 3 hari.
Setelah BPHTB beres, lanjut:
- Pembuatan Akta Jual Beli di PPAT/Notaris
- Proses internal ATR/BPN untuk balik nama di sertifikat
Total semua: maks 10 hari. Dari hampir 1 bulan, dipangkas drastis.
Kenapa ini penting?
- Cegah calo & pungli – Makin cepat, makin kecil ruang main.
- Kepastian hukum – Transaksi jual beli jadi lebih aman. Bank juga lebih cepat cairkan KPR.
- Ekonomi bergerak – Tanah yang legal = bisa jadi agunan usaha.
Catatan Djabarpos
Target bagus. Tapi PR-nya:
- Sinkronisasi data BPN dengan Bapenda/BKD daerah harus beneran jalan. Jangan sampai mentok di “nunggu validasi pemda”.
- SDM & digitalisasi di kantor pertanahan harus siap. Kalau sistem down, target 10 hari cuma jadi slogan.
- Sosialisasi ke PPAT & masyarakat biar semua paham alurnya.
Kalau beneran tembus 10 hari di seluruh Indonesia, ini reformasi birokrasi yang kerasa langsung sama rakyat.(Nino/Ade Suhendi)

