DJABARPOS.COM, Ternate – Ada kabar baik dari bumi Kie Raha. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Maluku Utara melejit Rp512 miliar. Ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini sinyal bahwa daerah kita mulai berani berdiri di atas kaki sendiri.
Kenaikan PAD adalah cermin. Cermin bahwa potensi daerah mulai digarap, pajak dan retribusi mulai tertata, dan kepercayaan investor mulai tumbuh. Artinya, Maluku Utara tidak lagi hanya mengandalkan transfer dari pusat.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Laos, perubahan anggaran 2026 diarahkan dengan jelas. Tambahan ruang fiskal itu tidak boleh berhenti di laporan. Ia harus diterjemahkan jadi program nyata yang dirasakan masyarakat: jalan desa yang mulus, puskesmas yang lengkap obat, sekolah yang layak, dan lapangan kerja baru untuk anak-anak Maluku.
Sebagai warga yang mengagumi kemajuan daerah, tentu bangga. Bangga melihat Maluku Utara perlahan membangun kekuatan dari dalam. Dari rempah, laut, tambang, hingga pariwisata. Semua bisa jadi sumber PAD kalau dikelola dengan jujur dan berpihak ke rakyat.
Tantangannya sekarang: memastikan setiap rupiah PAD kembali ke rakyat. Transparan, tepat sasaran, dan tidak bocor. Karena kemandirian fiskal sejati bukan saat PAD besar, tapi saat PAD itu membuat hidup warga lebih baik.
Rp512 miliar ini adalah modal. Modal untuk Maluku Utara yang lebih mandiri, lebih berdaulat, dan lebih sejahtera. Mari kita kawal bersama.(**)

