DJABARPOS.COM, Bandung – Kabar baik untuk warga Bandung Raya! Pemkot Bandung berencana mengubah angkot yang sudah ada menjadi feeder BRT Cekungan Bandung.
Langkah ini untuk mendukung sistem transportasi terpadu yang mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan sebagian Kabupaten Sumedang.
Angkot tidak dimatikan, tapi diremajakan dan diintegrasikan. Jenis dan model armada baru masih dalam pembahasan, namun konsepnya jelas: angkot jadi pengumpan BRT.
Saat ini sudah ada dua feeder yang beroperasi, yakni FD1 Simpang Soekarno-Hatta Kiaracondong–Pasar Baru ABC dan FD2 Simpang Cicadas Kiaracondong–Plaza Telkom Rajawali.
Dalam rencana besarnya, ada 27 rute feeder BRT yang akan menjangkau seluruh penjuru, termasuk kawasan wisata Lembang dan Ciwidey, serta wilayah pendidikan Jatinangor.
Rutenya sangat lengkap, dari Stasiun Rancaekek–Jatinangor (FD01), Tanjungsari–Cileunyi (FD02), Majalaya–Tegalluar (FD03), Lembang–Padalarang (FD09), Soreang–Ciwidey (FD12), Soreang–Cimahi (FD17), hingga Pacet–Ciparay (FD27).
Ini adalah revolusi transportasi. Warga dari pelosok bisa naik feeder, transit ke BRT, dan sampai ke pusat kota tanpa gonta-ganti angkot yang ngetem lama.
Harapannya, kemacetan Bandung bisa terurai dan angkot bisa naik kelas. Sopir tetap punya penghasilan, penumpang lebih nyaman.
Bandung Raya menuju transportasi modern yang terintegrasi!
(Ade Suhendi/ErHaz)

