DJABARPOS.COM, Bogor – Kasus serupa Cirebon terjadi di Cisarua, Bogor, hari ini. Rabu (21/10/2026) pagi, 103 siswa SMPN 2 Cisarua diduga keracunan usai santap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Total penerima MBG di sekolah itu 881 siswa. Paket datang pukul 08.03 WIB. Sekitar pukul 08.00 WIB, usai makan dan minum susu UHT, siswa kelas VII dan VIII keluhkan mual, muntah, pusing, sakit perut, lemas. Mereka langsung dievakuasi ke RSPG (Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo) Cisarua.
Kapolsek Cisarua AKP Budi Suratman benarkan, “Yang di rumah sakit ada 92 orang, masih evakuasi, jumlah bisa bertambah,” ujarnya. Data terakhir jadi 103 siswa.
Kepala KPPG Bogor Haidir ambil langkah tegas.
“Mulai per hari ini sampai 20 hari ke depan dapurnya tidak akan beroperasional. Suspend kategori sedang dalam 20 hari,” tegas Haidir.
SPPG Leuwimalang yang memasok dihentikan total selama 20 hari sambil tunggu hasil Labkesda. Sampel telur goreng, sayur, dan susu sudah diamankan Dinkes Kabupaten Bogor untuk uji lab. Dugaan awal mengarah ke susu.
“Gejala setelah minum susu itu,” kata Haidir.
Bupati Bogor Rudy Susmanto turun ke RSPG. Ia pastikan kondisi stabil, 48 siswa sudah boleh pulang, sisanya masih observasi. Biaya pengobatan ditanggung Pemkab Bogor. Satu siswi alami panik psikologis meski fisik baik.
Pemkab akan monitoring lanjutan via Dinkes, Puskesmas, dan RSPG ke rumah-rumah siswa.
(**)

