Euforia Persib Diprediksi Pecah, Walikota Farhan Siapkan Skenario Terburuk

DJABARPOS.COM, Bandung – Aroma pesta mulai terasa di Bandung menjelang pertandingan Persib Bandung kontra Persijap Jepara akhir pekan ini. Di tengah antusiasme bobotoh yang diperkirakan membludak, Pemkot Bandung justru sibuk menghitung kemungkinan terburuk.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengaku perhatian terbesar pemerintah bukan hanya saat layar nobar mulai menyala, melainkan situasi setelah pertandingan selesai.

“Terpenting adalah mengamati pergerakan bobotoh, setelah nonton ngapain, atau pada saat nonton supaya tetap kondusif,” kata Farhan, Jumat 22 Mei 2026.

Pemerintah kota bersama aparat keamanan kini memetakan titik keramaian yang tersebar di berbagai wilayah. Nobar Persib melawan Persijap akan digelar serentak di 30 kecamatan di Kota Bandung.

Pola ini sengaja dipilih agar massa tidak menumpuk di satu lokasi besar. Pemkot juga mempertimbangkan banyaknya komunitas dan lembaga yang membuat agenda nobar sendiri.

“Di semua kecamatan, 30 kecamatan pasti ada nobar. Lembaga-lembaga juga bikin nobar sendiri-sendiri,” ujarnya.

Situasi tersebut membuat pengawasan harus diperluas hingga ke lingkungan permukiman dan jalur utama kota. Pemkot menilai euforia bobotoh seusai laga menjadi fase paling rawan karena berpotensi memicu kepadatan kendaraan dan konvoi spontan.

Karena itu, pemerintah menyiapkan dua pola pengamanan berbeda yang akan dijalankan sesuai kondisi lapangan.

“Nah, makanya ada skenario terbaik dan skenario terburuk. Dua-duanya sudah siap dijalankan,” tutur Farhan.

Berbeda dengan momen pertandingan besar sebelumnya, Pemkot Bandung kali ini tidak membuka nobar di kawasan Balai Kota. Konsentrasi kegiatan diarahkan ke wilayah kecamatan agar pengendalian massa lebih mudah dilakukan.

Langkah itu sekaligus menjadi cara Pemkot membagi pusat keramaian ke banyak titik demi menekan potensi penumpukan bobotoh di pusat kota. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *