DJABARPOS.COM, Garut – Angka Positif Covid-19 dikabupaten Garut masih tinggi meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Indonesia (PPKM) sudah diterapkan.

Tidak sedikit masyarakat Kabupaten Garut termasuk diwilayah Garut selatan yang warganya terpapar dan terdampak Covid-19.

Merespons banyaknya laporan yang masuk ke Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di beberapa kecamatan di wilayah Garut Selatan tentang banyaknya warga yang isolasi mandiri tapi kekurangan pangan dan belum mendapatkan bantuan.

Baca Juga : Turunkan Lonjakan Kasus Covid-19 Sejumlah Ruas Jalan di Kota Bandung Ditutup 14 Hari

Tim ACT-MRI Garut langsung turun ke wilayah selatan untuk memberikan bantuan berupa beras wakaf dan air minum wakaf. Rabu, (07/07/2021).

Mochamad Dani Ramdani, Kepala Cabang ACT Garut mengatakan, pasca diberlakukannya PPKM di Kabupaten Garut banyak warga yang melapor melalui relawan kami yang mengaku kekurangan pangan terutama beras karena harus menjalani Isolasi Mandiri (isoman) dirumahnya masing-masing, padahal pendapatan mereka untuk sehari-hari dari hasil berladang dan sawah.

“Alhamdulillah pada hari ini kami turun langsung ke wilayah Garut selatan untuk memberikan bantuan berupa beras wakaf untuk warga yang isoman dan air minum wakaf untuk petugas Posko PPKM,” tambahnya.

Baca Juga : Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Tidak Stok Oksigen

Beberapa kecamatan yang mendapatkan bantuan tersebut adalah Kecamatan Pakenjeng, Bungbulang, Pameungpeuk, Caringin, Cisewu dan Talegong. Adapun jumlah yang diberikan bervariatif.

“Jumlah beras wakaf yang diberikan setiap kecamatannya tentu berbeda-beda karena sesuai ajuan laporan dari relawan setempat. Sepeti di Kecamatan Pakenjeng sebanyak 50 karung, Bungbulang 30 Karung, Caringin 30 karung, Pameungpeuk 50 karung, Cisewu 50 karung, Talegong 40 karung,” lanjut Dani.

Lihat Juga : Denpom III/5 Bdg & Pomdam III/Slw Kawal Kunjungan Panglima TNI dan Kapolri Ke Bandung

Sementara untuk bantuan Air Minum Wakaf diberikan kepada Petugas PPKM di 6 kecamatan tersebut dan diterima oleh Forkopincam masing-masing kecamatan.

“Bentuk kepedulian ACT bukan hanya untuk warga yang sedang isoman saja tapi juga support diberikan kepada aparat pemerintah yang melakukan tugas yang menegakkan peraturan dimasa PPKM,” tutup Dani. (Agus Sambas)