Prof. Eka Cahya Prima Jadi Guru Besar Termuda Bidang Fisika, UPI Catat Prestasi Membanggakan

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 82

DJABARPOS.COM, Bandung – Langkah para Guru Besar memenuhi lorong Gedung Ahmad Sanusi, Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, dalam prosesi pengukuhan Guru Besar pada Kamis (7/5/2026). Di tengah suasana khidmat tersebut, nama Eka Cahya Prima menjadi perhatian khusus.

Di usia 35 tahun, dosen Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI itu resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Fisika Material Sel Surya.

Pencapaian tersebut menjadikannya salah satu profesor termuda di Indonesia dan tercatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Guru Besar termuda di bidang fisika.

Pada prosesi pengukuhan yang berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (7-8/5/2026), UPI mengukuhkan total 14 Guru Besar. Delapan Guru Besar dikukuhkan pada hari pertama, termasuk Prof. Eka.

Dalam pidato pengukuhannya bertajuk “Inovasi Material Sel Surya melalui Pendekatan Teori dan Spektroskopi”, Prof. Eka memaparkan pentingnya pengembangan energi terbarukan di tengah meningkatnya kebutuhan energi global dan ancaman perubahan iklim.

Ia menjelaskan riset sel surya generasi ketiga seperti Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC), Perovskite, dan kesterite CZTS dapat menjadi solusi energi masa depan yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau.

“Dengan perkembangan mobil listrik, kita memerlukan energi yang tidak hanya berbasis fosil, tetapi harus ramah lingkungan. Karena UPI memiliki kontribusi besar di bidang pendidikan, maka pembelajaran tentang energi terbarukan harus disosialisasikan ke sekolah-sekolah agar anak-anak memiliki literasi energi yang baik,” ujarnya.

Rektor UPI, Didi Sukyadi, menyebut pencapaian Prof. Eka menjadi momentum penting bagi budaya akademik di perguruan tinggi.

“Betul, ini hal yang luar biasa dan jarang terjadi. Bahkan Prof. Eka merupakan guru besar termuda yang diakui oleh MURI,” ujar Didi Sukyadi.

Menurutnya, UPI terus mendorong dosen muda agar mampu mempercepat karier akademik secara produktif dan berkelanjutan sejak usia muda. (Arsy)

Baca Juga : Kisah Prof. Eka Cahya Prima Bangun Riset Energi Surya dari Laboratorium Kampus UPI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *