DJABARPOS.COM, Garut – Langit Desa Neglasari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, terang oleh ribuan obor. Warga berbondong-bondong mengikuti “Gebyar Malam Tahun Baru Hijriyah” untuk menyambut 1 Muharram 1448 H.
Foto dokumentasi menunjukkan lautan manusia di lapangan desa. Bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak kompak membawa obor bambu. Di tengah kerumunan tampak struktur obor besar berbentuk menara, jadi ikon acara.
1. Makna Gebyar Obor di Malam 1 Muharram
Tradisi obor/obor keliling saat Tahun Baru Islam sudah lama hidup di Garut Selatan. Maknanya:
1. Hijrah: Mengusir “gelap” kebodohan & kemaksiatan, menuju “terang” ilmu & kebaikan
2. Silaturahmi: Warga lintas RT/RW kumpul, memperkuat ukhuwah desa
3. Syiar Islam: Mengingat peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah
“Ini bukan sekadar arak-arakan. Ini pengingat buat kita hijrah jadi pribadi lebih baik,” ujar salah satu tokoh desa.
2. Suasana & Keamanan
Warga tertib berbaris dengan pembatas tali. Anak-anak didampingi orang tua. Aparat desa, Linmas, dan Karang Taruna bersiaga jaga keamanan obor & arus lalu lintas.
Usai pawai obor, biasanya dilanjut doa akhir & awal tahun, tausiyah, dan santunan anak yatim di masjid/mushola setempat.(Agus Sambas)

