DJABARPOS.COM, Kota Cimahi – Dunia pendidikan dituntut semakin cakap menghadapi arus informasi dan dinamika pemberitaan. Guru dan kepala sekolah tidak cukup hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga perlu memahami cara berkomunikasi yang tepat dan profesional dengan media massa.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Pengenalan Jurnalistik di Lingkungan Pendidikan yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kota Cimahi, Jumat, (19/12/ 2025)
Salah satu narasumber, Iman S. Nurdin, menekankan pentingnya pengelolaan komunikasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, institusi pendidikan perlu memiliki sistem yang jelas saat berhadapan dengan wartawan agar informasi yang disampaikan ke publik tetap terkontrol.
“Sekolah sebaiknya menetapkan satu pintu komunikasi resmi, baik melalui humas maupun juru bicara yang ditunjuk. Dengan begitu, tidak muncul banyak versi pernyataan,” ujar Iman.

Ia menegaskan, bersikap terbuka kepada media harus tetap dibarengi dengan batasan yang terukur. Tidak semua informasi wajib dipublikasikan, dan sekolah berhak menahan data yang belum layak disampaikan.
“Relasi yang sehat dengan media bukan berarti membuka segalanya. Sampaikan informasi yang boleh dipublikasikan dan hindari spekulasi,” katanya.
Iman juga mendorong pihak sekolah membangun hubungan jangka panjang dengan media lokal yang kredibel. Dengan saling mengenal dan menjaga komunikasi, potensi kesalahpahaman dapat diminimalisir.
“Hubungan yang baik akan membantu sekolah dan media saling memahami peran masing-masing,” tambahnya.
Terkait kemungkinan praktik jurnalistik yang menyimpang, Iman menegaskan bahwa sekolah tidak perlu takut. Hak jawab dapat digunakan jika ada pemberitaan yang merugikan, bahkan pelaporan ke Dewan Pers atau aparat penegak hukum dapat ditempuh bila ditemukan unsur pelanggaran.
“Sekolah dilindungi hukum. Jangan ragu bersikap tegas jika menghadapi oknum wartawan,” ujarnya.
Pandangan tersebut diamini jurnalis JWI Kota Cimahi, Heryana, yang menilai peran humas sekolah sangat strategis sebagai pintu awal komunikasi publik.
“Informasi awal sebaiknya disaring terlebih dahulu. Selain itu, sekolah juga perlu memastikan identitas wartawan yang datang,” kata Heryana.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara media dan dunia pendidikan untuk mengangkat sisi positif dan capaian sekolah.
“Media tidak selalu harus hadir saat ada masalah. Prestasi dan inovasi sekolah juga perlu diekspos,” ucapnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Cimahi, Hendra Gunawan, memaparkan langkah Pemerintah Kota Cimahi dalam menata sistem peliputan wartawan di lingkungan pemerintahan.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menerapkan sistem identifikasi dan pembinaan bagi wartawan guna menjaga profesionalisme dan ketertiban.
“Kami membekali wartawan dengan identitas dan atribut resmi, sekaligus melakukan pembinaan agar peliputan berjalan sesuai aturan,” jelas Hendra.
Ia berharap seluruh insan pers di Kota Cimahi, lintas organisasi profesi, dapat terus menjaga kondusivitas dan berperan aktif mendukung pembangunan daerah.
“Pers adalah mitra strategis pemerintah. Profesionalisme dan kekompakan menjadi kunci,” pungkasnya. (Arsy)

