DJABARPOS.COM, Bandung – Di tengah persaingan ketat angkot konvensional melawan transportasi daring dan himpitan ekonomi, seorang supir angkot rute Stasiun Hall – Gede Bage justru memilih jalan berbeda. Namanya Herman, 48 tahun.
Sejak 2016, Herman konsisten menjalankan program “Jumat Gratis”. Setiap hari Jumat dari pagi sampai malam, semua penumpang yang naik angkotnya tidak dipungut biaya sepeser pun. Pengumuman sederhana ia tempel di kaca depan agar penumpang tak ragu naik.
Keputusan itu sempat dinilai “konyol” oleh rekan sesama supir. Setoran harian otomatis berkurang drastis. Tapi bagi Herman, itu bentuk nazar pribadi.
“Tidak punya uang tunai untuk sedekah ke lembaga. Akhirnya saya sedekahkan tenaga, waktu, dan bensin saja,” ujar Herman.
Ia justru merasa lebih bahagia dan tenang lahir batin saat melihat senyum tulus buruh, pedagang kecil, hingga anak sekolah yang terbantu.(Nino)

