DABARPOS.COM, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka peluang untuk mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo apabila Pemerintah Kota Bandung belum menentukan pengelola baru dalam waktu dekat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai pihak yang akan ditunjuk untuk mengelola Kebun Binatang Bandung. Menurutnya, proses penentuan masih berada pada tahap “audisi” yang dilakukan Pemkot Bandung.
“Berdasarkan laporan dari Dinas Kehutanan Jabar kemarin, katanya sampai sekarang belum bisa diambil keputusan, karena ragam pertimbangan termasuk pertimbangan hukum,” ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, di Bandung, Rabu (6/5/2026).
Pemkot Bandung diketahui meminta tambahan waktu selama satu bulan kepada Kementerian Kehutanan untuk menentukan lembaga atau pihak yang dinilai layak mengelola Bandung Zoo.
Namun apabila dalam waktu tersebut tidak tercapai keputusan, Pemprov Jabar siap turun tangan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Menurut Dedi Mulyadi, langkah tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis, melainkan demi menjaga keberlangsungan konservasi satwa dan nasib para pegawai Kebun Binatang Bandung.
“Provinsi melalui BUMD menjadi pengelola Kebun Binatang bukan untuk tujuan bisnis, tapi tujuannya untuk menyelamatkan pegawai dan konservasi,” tegasnya.
Ia juga menilai kawasan Kebun Binatang Bandung memiliki potensi lingkungan yang sangat baik karena masih memiliki kawasan hijau yang tertata dan pepohonan besar yang terjaga.
“Kawasan sangat baik, tertata kemudian hutan-hutannya relatif baik, pohon-pohonnya masih besar,” pungkasnya. (Nino)

