DJABARPOS.COM, Jakarta – Pemerintah memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai rencana meski Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan.
Kepastian tersebut menjadi sinyal bahwa pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional tidak akan memengaruhi keberlangsungan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Nanik memilih mengakhiri masa jabatannya untuk fokus menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Keputusan itu telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat persetujuan agar dirinya dapat berkonsentrasi menjalani proses pemulihan.
Meski tak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung dan mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat.
Program MBG sendiri menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi peserta didik, ibu hamil, balita, dan kelompok rentan lainnya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Selama memimpin Badan Gizi Nasional, Nanik turut melakukan berbagai pembenahan kelembagaan, memperkuat tata kelola organisasi, serta mengevaluasi pelaksanaan program di berbagai daerah agar berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, mengonfirmasi bahwa pengunduran diri Nanik sepenuhnya dilatarbelakangi oleh kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, bukan karena persoalan lain.
Hingga kini, pemerintah masih memproses penunjukan Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Namun, pemerintah memastikan seluruh program BGN, khususnya Program Makan Bergizi Gratis, tetap berjalan sesuai target dan tidak mengalami hambatan. (Red)

