DJABARPOS.COM, Bandung Barat – LKepemimpinan baru DPD PPSI Kabupaten Bandung Barat periode 2026–2031 tidak hanya membawa pergantian figur ketua. Jajang Nurjaman yang terpilih sebagai ketua juga menghadapi sejumlah agenda organisasi, mulai dari pengembangan pencak silat tradisi hingga peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Jajang Nurjaman terpilih dalam agenda pergantian kepengurusan yang digelar di Bale Sagara, Kabupaten Bandung Barat, Minggu, 30 Agustus 2026.
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum DPP P.P.S.I Galih Santika Fadilakusumah, S.S., M.Si. dan Ketua DPW P.P.S.I Provinsi Jawa Barat H. Dadang Hermansyam, SE, A.K, MM, CA, CLA.
Dari unsur pemerintahan daerah, hadir pula perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung Barat yang mewakili Bupati Bandung Barat. Ketua KORMI Kabupaten Bandung Barat, pengurus paguron PPSI dan sejumlah tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran unsur pemerintah daerah menjadi relevan dengan salah satu misi yang dibawa PPSI Bandung Barat, yakni mengembangkan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk kepentingan organisasi.
Sementara itu, empat misi yang menjadi arah kepengurusan baru menunjukkan sejumlah prioritas yang akan dihadapi PPSI selama lima tahun ke depan.
Misi pertama adalah mengembangkan Pencak Silat Tradisi menjadi lebih maju dan berkembang di Kabupaten Bandung Barat. Agenda tersebut berkaitan dengan keberlanjutan seni budaya sekaligus pembinaan generasi muda.
Misi kedua menyasar aspek ekonomi, yaitu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Pencak Silat Tradisi. Misi ini memperluas perhatian organisasi dari persoalan seni dan budaya menuju pemberdayaan masyarakat.
Berikutnya, PPSI menargetkan peningkatan soliditas organisasi pada tataran DPC, DPD dan Paguron di Kabupaten Bandung Barat.
Penguatan soliditas menjadi penting karena kehidupan PPSI di daerah tidak terlepas dari keberadaan paguron. Pendekar dan pesilat menjadi bagian dari mata rantai yang menjaga pencak silat tradisi tetap hidup.
Adapun misi keempat adalah mengembangkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk kepentingan PPSI KBB. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pencak silat dan berbagai program organisasi.
Empat misi tersebut berada dalam visi “SILAT”, yang terdiri dari Sae, Itikad, Laku Lampah, Amal dan Taat kana aturan.
Visi tersebut menjadi pedoman nilai yang diharapkan diterapkan dalam menjalankan organisasi. PPSI juga tetap membawa semangat “Berbudi, Berbakti dan Sakti” sebagai bagian dari nilai luhur pencak silat.
Jajang Nurjaman juga diharapkan menjalankan amanah kepemimpinan dengan berpegang pada nilai Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah.
Dengan dukungan seluruh unsur organisasi, paguron dan sinergi dengan pemerintah daerah, kepengurusan PPSI Kabupaten Bandung Barat periode 2026–2031 diharapkan mampu menjalankan empat misi tersebut secara bertahap dan terukur.
Pada akhirnya, keberhasilan kepengurusan baru akan terlihat dari sejauh mana pencak silat tradisi berkembang, organisasi semakin solid, masyarakat pencak silat semakin mandiri dan kerja sama dengan pemerintah daerah dapat memberikan manfaat bagi PPSI Kabupaten Bandung Barat. (Arsy)

