DJABARPOS.COM, Bandung – Transportasi publik Kota Bandung mulai berbenah. Angkot yang dulu identik panas, ngetem, dan ribut kembalian, kini akan “naik kelas”.
Lewat program Bandung Smart Transport – FEEDER EV, Pemkot Bandung mulai uji coba armada baru. Dari pantauan di lapangan, angkot ini tampil beda: bodi putih-biru, ber-AC, dan bertenaga listrik.
3 Perubahan Utama:
1. Ber-AC: Penumpang tak lagi gerah di tengah macet Bandung. Nyaman, bersih, dan sehat.
2. Non Tunai: Bayar pakai kartu/e-money. Tidak ada drama uang pas. Transparansi pendapatan sopir lebih terjaga, potensi pungli bisa ditekan.
3. Tidak Ngetem: Konsepnya feeder. Jalan sesuai jadwal dan rute, bukan nunggu penuh. Waktu tempuh dipastikan lebih pasti.
Langkah ini sejalan dengan upaya mengurangi kemacetan dan polusi. Dengan listrik, emisi berkurang. Dengan kenyamanan, masyarakat diharapkan mau meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum.
Tentu uji coba ini harus dievaluasi. Rute harus jelas dan terintegrasi dengan BRT, TKC, dan LRT. Tarif harus tetap terjangkau untuk pelajar, buruh, dan mahasiswa. Sopir juga perlu pelatihan pelayanan prima.
Ini bukan sekadar ganti armada. Ini soal martabat angkutan umum. Kalau berhasil, Bandung bisa jadi contoh kota lain.
Transportasi layak, warga diuntungkan, kota makin tertib. Itu wajah NKRI yang kita mau. (Ade Suhendi/ErHaz)

